BANTENRAYA.COM – Salah satu e-commerce besar di Indonesia, JD.ID resmi mengumumkan tutup per 31 Maret 2023.
Pengumuman resmi tutup per 31 Maret 2023 itu tercantum di website JD.ID.
“Efektif per 15 Februari 2023, JD.ID akan berhenti menerima pesanan dan semua layanan akan diberhentikan pada 31 Maret 2023,” tulis JD.ID melalui website resminya.
Baca Juga: Apa Bahayanya Jika Minum Susu Secara Berlebihan? Simak Penjelasannya di sini
Meski resmi tutup per 31 Maret 2023, JD.ID menyatakan akan tetap memproses semua pesanan seperti biasa.
“Untuk transaksi yang selesai sebelum tanggal penghentian layanan, perusahaan akan memenuhi pesanan seperti biasa,” ungkap JD.ID.
Nah, apabila kalian mempunyai pertanyaan seputar pesanan bisa menghubungi layanan pelanggan JD.ID di 1500 618.
Baca Juga: Lirik Mars Harlah 1 Abad NU, Meriahkan Perayaan Nahdatul Ulama yang ke 100 Tahun
Tapi tahukan kalian berapa gaji karyawan JD.ID yang telah resmi mengumumkan tutup layanan per 31 Maret 2023?
Berikut perkiraan daftar gaji karyawan JD.ID yang resmi tutup per 31 Maret mendatang.
1 Customer Service Head Rp25.500.000,00
Baca Juga: Ini Hasil Rekapitulasi TPS Hasil Pemetaan Untuk Pemilu 2024
2 Manager Rp14.000.000,00
3 Technical Support Staff Rp4.200.000,00
4 Office Manager Rp4.000.000,00
5 Accounting Manager Rp4.000.000,00
Baca Juga: Terupdate! Daftar Nama-nama Menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi Amin per Februari 2023
6 Marketing Supervisor Rp4.000.000,00
7 Entry Staff Rp4.000.000,00
8 Technical Support Rp4.000.000,00
9 Driver Rp3.500.000,00
10 Account Executive Rp3.000.000,00
11 Admin Operasional Rp2.500.000,00
12 Contact Center Rp2.500.000,00
13 Billing Staff Rp2.500.000,00
Baca Juga: Berikut Hal Yang Dapat Mengurangi Pahala Puasa Khususnya Dibulan Rajab, Mari Disimak Baik Baik!
14 Staff Administrasi Operasional Rp2.500.000,00
15 IT Support Rp2.300.000,00
16 Kurir Rp2.000.000,00
17 Call Center Rp1.500.000,00
Sebagai informasi, JD.ID merupakan salah satu e-commerce besar di Indonesia yang dimiliki oleh PT. Ritel Bersama Nasional.
JD.ID lahir dari kongsi antara Jingdong di China dengan Provident Capital di Indonesia.***

















