BANTENRAYA.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten (BI Banten) memproyeksi kebutuhan uang menjelang Natal dan Tahun 2023 mencapai Rp2,4 triliun.
Nilai kebutuhan uang itu naik Rp400 miliar atau 14 persen dibanding periode yang sama pada 2021 senilai Rp2,0 triliun.
Meski kebutuhan uang hanya Rp2,4 triliun namun BI menyiapkan dana hingga Rp3,5 triliun.
Baca Juga: Link Nonton Drakor Reborn Rich Episode 12, Lengkap dengan Spoiler dan Jadwal Tayang
Deputi Sistem Pembayaran, Sistem Pengelolaan Rupiah, Sistem Layanan Administrasi BI Banten Agus Hartanto mengatakan, terjadi peningkatan proyeksi kebutuhan uang pada Natal dan Tahun Baru 2023.
“Kami menyiapkan uang Rp3,5 triliun, sudah sangat berlebih,” ujarnya dalam Taklimat Media BI Banten di The Surosowan, Kota Cilegon, Jumat 16 Desember 2022.
“Dari proyeksi kebutuhan uang sekitar Rp2,4 triliun naik 14 persen dari tahun sebelumnya di Rp2,0 triliun,” katanya.
Baca Juga: Dihukum Guru Sekolah Berujung Malapetaka, Dua Siswa SMAN 3 Jombang Terkapar Lemas
Selain kebutuhan uang, BI Banten juga melaporkan sebaran uang baru emisi 2022 di Provinsi Banten sepanjang tahun ini.
“Tersebar Rp317 miliar uang emisi 2022 atau uang baru,” ungkapnya.
“Sementara untuk pemusnahan uang di 2022 sudah Rp1,68 triliun atau turun Rp1,3 triliun. Mungkin masyarakat sudah lebih bagus merawat uangnya,” imbuhnya.
Baca Juga: Ikut Seleksi Rekrutmen BUMN Siapa Tahu Jadi Rejeki, Berikut Link Pengumumannya
Lebih lanjut Agus menuturkan, untuk layanan non tunai Banten bisa dikatakam sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
“Jumlah mercant QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di 2022 ini mencapai 1,3 juta,” tuturnya.
“Jumlaj itu meningkat 45 persen jika dibandingkan dengan 2021 lalu. Cukup signifikan,” ujarnya.
Baca Juga: Usai Bang Edi Kasih Bocoran Preman Pensiun 8, Kini Roy PP7 Beri Pesan Mengejutkan
Kepala Kantor Perwakilan BI Banten Imaduddin Sahabat mengatakan, selama Natal dan Nataru pelayanan perbankan juga dipastikan masih bisa melakukan penukaran uang baru.
“Menukarkan uang baru masih bisa, kami ingin memastikan uang yang ada di masyarakat itu layak edar,” tuturnya. ***



















