Selasa, 24 Februari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Selasa, 24 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Musuh Demokrasi Antara Politik Identitas dan Politik Uang

Administrator Oleh: Administrator
7 November 2022 | 16:13
Musuh Demokrasi Antara Politik Identitas dan Politik Uang

Musuh Ketua PW GP Ansor Ahmad Nuri penulis tulisan opini berjudul Demokrasi Antara Politik Identitas dan Politik Uang Dokumentasi pribadi

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

Oleh : Ahmad Nuri, Ketua PW GP Ansor Banten 

Menjelang tahun politik, demokrasi terus mengalami guncangan destruksi dari musuh-musuhnya agar melemah dan tidak mampu menjadi instrumen indah bagi para subjek demokrasi dalam mengkalkulasi plus sirkulasi kekuasaan dengan melibatkan semua kekuataan yang berbeda. 

Demokrasi fungsinya mengharmoni segala perbedaan dengan ragam dan kebebasan pilihan namun tidak jarang demokrasi dimanafaatkan kebebasannya dengan segala cara oleh para musuh utamanya.    

Baca Juga: 6 Mitos Seputar Gerhana di Masyarakat, dari Wanita Hamil Tak Boleh Keluar Rumah hingga Jadi Tanda Bencana

Dulu dalam perjalan demokrasi di Indonesia sejak menggunakan sistem demokrasi pada pemilu 1955 sampai pemilu tahun 2014 hanya ada musuh utama yang dapat mendestruksi demokrasi baik sebagian nilai, instrumen maupun sebagai prosedur demokrasi yaitu politik uang. 

Namun saat ini sejak pemilu 2019 ada yang lebih berbahaya dari politik uang yaitu politik identitas dimana daya rusak politik identitas bukan hanya pada demokrasi semata tapi daya rusaknya begitu dahsyat bagi keluhuran agama, persatuan bangsa dan kekuatan stabilitas negara.

Di antara dua musuh besar demokrasi antara politik uang dan politik identitas manakah yang lebih berbahaya saat ini?

Baca Juga: 4 Fakta Mengejutkan Tentang Derby, Pemeran Adelia Copet Cantik di Preman Pensiun 7 yang Bikin Klepek-klepek

Keduanya ini musuh bagi demokrasi antara politik uang dan politik identitas, keduanya sangat berbahaya akan sangat mengancam demokrasi dalam proses sirkulasi mencapai kekuasaan menuju kesejahteraan. 

Yang membedanya kalau politik uang hanya pada demokrasi tapi politik identitas menembus lurus sampai ke polarisasi ditingkat umat beragama, masyarakat, bangsa bahkan terganggunya stabilitas negara. 

Politik identitas mencipta polarisasi yang akut dan sulit disembuhkan dan politik uang mencipta pragmatisme akut bagi masyarakat.

Baca Juga: Kronologi Dua Kereta Api Babaranjang Adu Kebo di Stasiun Rengas Lampung

Dua duanya bersifat partalogis yang membedakan pola politik identitas perlu banyak ayat dan agama dalam menyulut sentimen agama bagi masyarakat untuk meraup elektoral dan kekuasaan sementara politik uang perlu akumulasi kapital untuk merubah pilihan elektoral ditengah masyarakat sampai mendapat kekuaasaan. 

Tingkat bahaya politik uang dan politik identitas jauh lebih bahaya politik identitas karena politik uang tidak sampai memecah persatuan bangsa, hanya merusak tatanan politik penuh idealistik menjadi tatanan politik pragmatis merusak hasil demokrasinya karena hasil transaksi matrial yang mengancam bagi keberlangsungan tata nila kebaikan demokrasi yaitu dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. 

BACAJUGA:

Jae Yeol dan Min Seo di drakor Honour

Makin Seru! Pertemuan Jae Yeol dan Min Seo dalam Drakor Honour Episode 7

23 Februari 2026 | 20:28
Bhayangkara FC vs Semen Padang

Rekor Mentereng, Bhayangkara FC Pede Bisa Binasakan Semen Padang di Kandang

23 Februari 2026 | 19:44
Tampilan Twibbon Harlah IPNU

Terbaru! Link Twibbon Harlah IPNU 2026, Cocok Dibagikan ke Media Sosial

23 Februari 2026 | 19:06
drakor honour episode 7

Spoiler Drakor Honour Episode 7 Sub Indo: Ra Young, Hyun Jin dan Shin Jae Kunjungi Pemakaman

23 Februari 2026 | 17:48

Keduanya memang bahaya tanpa berupaya simplikasi atas bahaya politik uang yang memang sudah ada hukumnya yang mengatur sanksi yang menjerat pelaku politik uang.

Baca Juga: Sejarah Gedung Bappelitbang Balai Kota Bandung yang Terbakar, Saksi Bandung Lautan Api

Beda dengan politik identitas sangat berbahaya tapi belum ada hukum yang mengatur tentang sanksi menggunakan politik identitas. 

Ada beberapa tingkat bahaya Politik identitas jika terus di kembangkan diantaranya pertama, merusak relasi agama dan demokrasi dengan memposisikan agama sebagai alat justifikasi meraih kekuasaan semata yang ditempatkan menjadi subordinat demokrasi.

Posisi agama yang luhur atau suprim menjadi redusir oleh praktek politik identitas yang selalu menggunakan agama untuk “membunuh” lawan politiknya dalam mencapai kekuasaan. 

Baca Juga: UPDATE Kebakaran Balai Kota Bandung, 1 Orang Digiring Polisi

Kedua, sangat merusak demokrasi sebagai jalan indah dengan rambu-rambu menyertainya seperti etika dan moral sehingga apa yang dihasilkan dari proses demokrasi itu adalah kebaikan kekuasaan untuk dikelola kearah tujuan sebuah negara bangsa yang menganut sistem demokrasi seperti Indonesia 

Politik identitas dapat merusak tatanan dan rambu rambu etika dan moral dalam demokrasi sekaligus menghancurkan tujuan demokrasi itu sendiri.

Jika denokrasi dikangkangi politik identitas maka terjadi ketidak tunduk pada etika politik tapi lebih menjadikan agama sebagai alat semata menghalalkan segala cara dengan ayat-ayat distorsifnya, sehingga tidak akan menghasilkan kebaika malah justru sebaliknya menghadirkan keburukan pada hasil demokrasi. 

Baca Juga: Benarkah Kereta Api Argo Parahyangan Bakal Dihapus? Ini Jawaban PT KAI

Dalam proses demokrasi yang sudah rusak oleh politik identitas tidak akan tercipta lagi yang namanya adu gagasan, adu kebaikan dan tawaran masa depan rasional yang dapat memenuhi harapan orang banyak, karena demokrasi parameter utamanya adalah pengolahan kekuasaan pada orang banyak bukan segelintir orang atau disebut oligarki dengan hasil jual ayat ayat penyulut emosi umat. 

Ketiga, politik identitas tidak ada nilai keteladanan dan kebaikan dalam proses demokrasi untuk dikembangkan bagi generasi masa depan bangsa yang sudah di rusak politik identitas semua lumpuh dihadapkan politik identitas meski memang tidak serta merta berbanding lurus antara politik identitas dan kemenangan agama dalam proses demokrasi tapi, ini bukan soal perang agama dalam proses demokrasi tapi perang gagasan dan argumentasi bagi para kontestasi demokrasi. 

Dengan demikian, keteladanan apa ? dan kebaikan apa ? jika kedepan setiap ada proses demokrasi ditafsiri sekaligus dimaknai sebagai waktunya “perang” agama oleh generasi masa depan kita. Selanjutnya generasi masa depan akan menerapkan dan mencontoh saat ini yang praktek kita dalam berdemokrasi.

Baca Juga: Mitos Seputar Gedung Balai Kota Bandung, Ada Noni Belanda Menangis Setiap Malam

Sungguh membahayakan praktek politik identitas bagi keteladanan dan kebaikan generasi bangsa kedepan. 

Keempat, politik identitas itu memecah bangsa membuat polarisasi yang bisa berakibat terjadinya konflik agama karena yang dipakai oleh politik identitas adalah hujjah agama mendapatkan kekuasaan dengan dalih jihad.

Jika udah mengunakan kalimat jihat maka musuh politik akan dijadikan musuh agama dalam proses kompetisi demokrasi. 

Baca Juga: 100 Persen Work! Ini Cara Cepat Setting Tangkap Siaran TV Digital tanpa Set Top Box

Semua yang berbeda dalam proses demokrasi itu akan dianggap musuh dan di tuduh kafir dengan memberikan hukumnya wajib untuk diperangi, mungkin saat ini hanya penyulut sentimen dan semangat umat dalam memenangakan pertarungan politik mencapai kekuasaan tapi akan ada saatnya menjadi nyata tindakan konflik politik menjadi konflik fisik dan menjadi perang saudara di bangsa ini.

Semoga semua itu tidak terjadi, tapi tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi jika semua entitas bangsa tidak menyadari bagaimana bahaya politik identitas terus dilakukan oleh para pelaku politik dalam negara demokrasi ini. 

Kita sudah hampir satu abad lamanya mengunakan sistem demokrasi selama ini menjadi jalan indah mencapai kekuasaan meski pelangi yang berbeda warna tapi tetap indah dipandang mata terutama mata hati warga bangsa. 

Wallahu a’lam…..

Tags: politik identitas
Previous Post

Link Streaming dan Sinopsis Preman Pensiun 7 Episode 11B Malam Ini: Adelia Copet Cantik Buat Betah Bos Saep

Next Post

Niat Shalat Gerhana Bulan, Lengkap dengan Tata Cara Sampai Selesai

Related Posts

Jae Yeol dan Min Seo di drakor Honour
Nasional

Makin Seru! Pertemuan Jae Yeol dan Min Seo dalam Drakor Honour Episode 7

23 Februari 2026 | 20:28
Bhayangkara FC vs Semen Padang
Nasional

Rekor Mentereng, Bhayangkara FC Pede Bisa Binasakan Semen Padang di Kandang

23 Februari 2026 | 19:44
Tampilan Twibbon Harlah IPNU
Nasional

Terbaru! Link Twibbon Harlah IPNU 2026, Cocok Dibagikan ke Media Sosial

23 Februari 2026 | 19:06
drakor honour episode 7
Nasional

Spoiler Drakor Honour Episode 7 Sub Indo: Ra Young, Hyun Jin dan Shin Jae Kunjungi Pemakaman

23 Februari 2026 | 17:48
Ilustrasi lemas saat menjalankan ibadah puasa. (freepik/jcomp)
Nasional

Alami Badan Lemas hingga Sembelit Selama Puasa, Begini Cara Menjaga Hidrasi Tubuh

23 Februari 2026 | 14:33
Kurma menjadi salah satu menu sehat untuk berbuka puas. (freepik/rawpixel.com)
Nasional

Selain Kurma, Ternyata Buah Ini Kaya Akan Manfaat untuk Buka Puasa

23 Februari 2026 | 14:10
Load More

Popular

  • Tumpukan sampah terlihat di Pasar Kranggot, Kota Cilegon, belum lama ini. Kini Pemkot Cilegon siapkan sanksi sosial bagi pembuang sampah sembarangan. (Tia/Bantenraya.com)

    Bukan Denda, Pemkot Cilegon Siapkan Sanksi Sosial untuk Pembuang Sampah Sembarangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akuatik Indonesia Kota Serang Lakukan Tes Limit Waktu Atlet Renang Untuk Persiapan Popda dan Porprov

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jadwal Penukaran Uang Baru di Provinsi Banten Jelang Lebaran 2026, Tersedia Rp3,2 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Kandidat Balon Ketua KONI Kabupaten Serang 2026-2030, Ambil Formulir Pendaftaran di Hari Kedua di Tim TPP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maaf! THR ASN Pemkab Serang Belum Bisa Cair, Ini Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pensiunan Krakatau Steel Mengadu ke Anggota Dewan, Buntut Perusahaan Alot Naikkan Dana Pensiun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terbaru! Link Twibbon Harlah IPNU 2026, Cocok Dibagikan ke Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tetap Antusias! Tak Miliki Musala, Warga Perumahan Bukit Cinangka Tarawih di Lahan Kosong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Suami Agnes Jennifer Diduga Kembali Selingkuh, Begini Respon Sang Selebgram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11
matahari cilegon

Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM

8 Januari 2026 | 18:36

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Kepala BPK Perwakilan Banten saat menyerahkan LHP Kepatuhan dan Kinerja Pemda kepada Gubernur Banten. Senin, (2322026).

Kinerja 5 Pemda di Banten Disorot BPK

24 Februari 2026 | 05:00
Gubernur Banten Andra Soni saat menemui mahasiswa

Andra–Dimyati Setahun Memimpin Banten: 62 Persen Warga Puas, Kritik Publik Jadi Alarm

24 Februari 2026 | 04:00
untirta

Untirta Teken MoU dengan PT Krakatau Tirta Industri

24 Februari 2026 | 03:30
SEGi University & College

SEGi University & College jadi Tuan Rumah 1st International Conference

24 Februari 2026 | 03:00

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda