BANTENRAYA.COM – Seorang Aremania mendatangi polisi ke tangah lapangan dan meminta tak menembakkan gas air mata saat Tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022 malam.
Usai laga antara Arema FC vs Persebaya yang berakhir 2-3 untuk keunggulan Persebaya, kericuhan terjadi akibat supporter yang dihalau masuk ke lapangan.
Polisi pun sampai menembakan gas air mata ke tengah lapangan maupun ke tribun penonton yang masih penuh orang.
Seorang Aremania mencoba mendatangai salah seorang polisi ke tengah lapangan meminta agar tak menembakkan gas air mata.
Momen seorang Aremania mendatangi polisi di tengah lapangan tertangkap kamera.
Sebuah video diunggah akun twitter @adilah_iqbal pada Senin, 3 Oktober 2022 siang.
Iqbal Adilah mengunggah video berdurasi 15 detik.
Pemilik twitter juga memberikan keterangan tambahan memperjelas cerita dalam video tersebut.
“Salah satu nawak saya, turun ke lapangan baik2 berbicara tentang jangan gunakan gas air mata di tribun karena ada anak kecil yg terkena imbas, lalu apa yang didapatkan? Bentakan, pukulan untuk keluar lapangan!,” tulis akun twitter @adilah_iqbal.
Baca Juga: Pengertian Hipoksia yang Dibahas Dokter Tirta Dalam Kericuhan di Stadion Kanjuruhan
Padahal, seorang Aremania yang diketahui bernama Yohanes tersebut datang ke polisi dengan cara menyalami sang polisi.
Berikut percakapan dalam rekeman video tersebut.
“Pak jangan pak gas air mata pak ada anak kecil pak,” kata Yohanes.
“Temenmu dikandhani bro (Temanmu dibilangin bro),” kata seorang polisi.
“Iya-iya,” katanya Yohane.
“Keluar kamu keluar,” bentak seorang polisi lagi yang turut menghampiri Yohanes. (***)

















