BANTENRAYA.COM – Pemerintah resmi merubah skema masuk ke Perguruan Tinggi Negeri atau PTN.
Perubahan sekema masuk PTN ini merupakan buntut penangkapan Rektor Unila karena diduga melakukan korupsi dari mahasiswa yang ingin masuk lewat jalur khusus.
Sekema masuk PTN ini meliputi tiga jalur seleksi yakni tes prestasi, tes skolatik, dan jalur mandiri.
Ketiga tes ini digelar tanpa tes mata pelajaran sepertti tahun tahun sebelumnya.
Baca Juga: 17 Kode Promo Gojek, GoFood, GoRide, GoCar, 13 September 2022, Beli Voucher Game Cashback 50 Persen
Seleksi prestasi
Dalam seleksi ini nilai rapor siswa akan menjadi patokan utama sehinga siswa harus punya nilai minimal rapor 50 persen untuk semua mata pelajaran dan sudah tak membeda-bedakan lagi jurusan IPA dan IPS.
Tes skolastik
Tes skolastik ini focus pada tes keampuan penalaran dan pemecahan masalah.
Sekem ini mengubah pola sebelumnya yang fokus pada pola hafalan dan dampaknya calon mahasiswa melakuan bimbel yang berbiaya tinggi agar masuk PTN.
Dalam tes skolastik ini dilakukan tanpa mengukur tes mata pelajaran melainkan tes kognitif, penalaran matematika, literasi dalam Bahasa indonesia, lterasi dalam Bahasa Inggris.
Baca Juga: Tertangkap! Pelaku Pungli PTSL Ternyata Kepala Desa Cibuntu Kabupaten Bekasi
seleksi lewat jalur mandiri
Skema ini akan membuat masuk PTN lewat jalur mandiri akan lebih transparan.
Sebelum tes mandiri, PTN wajib mengumumkan kuota calon mahasiswa yang akan ditertima oleh masing-masing program studi atau fakultas dan wajib mengumumkan rincian biaya dan besarannya.
Seleksi mandiri masuk PTN ini transparansi dan akutabiltas akan dijabarkan secara lebih spesifik dan masyarakat didorong untuk lebih mengawasi pelaksanaan seleksi.
Mendikbud Ristek Nadiem Makariem menyatakan, di masa depan peserta didik ini sangat membutuhkan kompetensi yang holistik dan multidisipliner .
“Tidak ada pekerjaan di masa depan saat anak-anak keluar dari sistem Pendidikan kita yang membutuhkan satu ilmu saja , contoh insinyur perlu ilmu dasar teknik tetapi juga perlu ilmu desain,” kata Nadiem dikutip dari kanal YouTube Narasi Newsroom. ***



















