BANTENRAYA.COM – Kelompok Masyarakat atau Pokmas Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, fokus dalam penanganan buang air besar sembarangan atau BABS.
Penanganan BABS dilakukan melalui program Sarana dan Prasarana Lingkungan Rukun Warga atau Salira.
Ketua Pokmas Kelurahan Mekarsari, Imron Rosadi mengatakan, pihaknya telah selesai melakulan pembanguna melalui program Salira termin II.
Baca Juga: Jumlah Murid Baru Membeludak, Siswa SD di Kota Serang Belajar di Ruang Guru
Pada program Salira termin II berupa pembangunan jamban keluarga di Lingkungan Gunung Batur RT 01 dan Lingkungan Gunung Batur RT 02.
Selain itu, juga ada pembangunan tembok penahan tanah atau TPT di Lingkungan Sumurpring dan Lingkungan Ciporong.
“Sesuai dengan target agenda, termin II di bulan Juli selesai. Lanjut lagi di termin III dimulai,” kata Imron ditemui di Kantor Lurah Mekarsari, Rabu, 27 Juli 2022.
Baca Juga: 7 Quotes Tahun Baru Islam Sangat Menyentuh dan Penuh Haru
Dikatakan Imron, pada termin II fokus pada jambanisasi di rumah warga yang belum punya jamban. Tujuannya, untuk mengurangi BABS.
“Tahun ini ada 28 rumah yang dibangun jamban. 20 rumah dibangun dari dana Salira dan 8 rumah dibangun dari swadaya masyarakat,” katanya.
Imron menerangkan, saat ini masih banyak orang yang BABS dengan alasan tidak punya jamban.
Baca Juga: Spoiler One Piece Film Red: Badass, Akagami no Shanks Ternyata Sekuat Ini, 2 Admiral Cuma Bisa Diam
“Kami juga konsultasi dengan Puskesmas Pulomerak, untuk menangani kasus BABS,” paparnya.
Ketua RW 03 Kelurahan Mekarsari Mustofa, di RW 03 ada sekitar 300 Kepala Keluarga atau KK). Pada tahun ini, ada 28 KK yang dibangun jamban.
“Masih ada 24 KK yang belum punya jamban, kami target tahun depan selesai dengan program Salira,” ucapnya.
Baca Juga: Inilah Rudi S Kamri yang Diduga Tuding Ridwan Kamil Ngemis Donasi untuk Mesjid Al Mumtadz
Saat ini, kata Mustofa, warga yang tidak punya jamban BABS di kebun. Kondisi tersebut, karena kesulitan air di sekitar kawasan Pegunungan Pulomerak dan kurang sadarnya warga akan kesehatan.
“Rumah banyak yang tidak ada WC-nya,” ucapnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan pada Kelurahan Mekarsari Mutmainah Syarif mengatakan, saat ini program Salira termin II sudah selesai.
“Fokus kita stop BABS, selain dari Salira ada swadaya, kami sangat apresiasi,” ucapnya.
Mutmainah menambahkan, hasil dari pembangunan jamban maupun TPT volumenya lebih.
“Dalam rangka menuju Kota Sehat, tahun depan juga program penanganan BABS juga masih akan dilaksanakan,” imbuhnya. ***
Pokmas Kelurahan Mekarsari beserta stakholder terkait sedang memeriksa hasil pekerjaan Program Salira tahap II, Rabu, 27 Juli 2022.
Gillang Bantenraya.com



















