BANTENRAYA.COM – Akibat jumlah murid baru yang mendaftar di SD Negeri Angsana Kota Serang membeludak menyebabkan sekolah tersebut terpaksa harus menggunakan ruangan guru sebagai kelas.
Sementara para guru SD itu menggunakan rumah dinas di sekolah yang terletak di Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, tersebut sebagai ruangan.
Kepala SD Negeri Angsana Kokom Komalasari mengatakan, biasanya jumlah siswa yang mendaftar di sekolah tersebut berkisar di angka 30 siswa lebih sesuai dengan jumlah siswa kelas VI yang lulus.
Baca Juga: Dishub Kota Serang: Semua Odong-odong Ilegal!!!
Namun, di luar prediksi pada tahun ini jumlah siswa yang mendaftar ke sekolah tersebut hampir dua kali lipat.
“Tahun ini siswa yang daftar 50 lebih,” kata Kokom, Rabu, 27 Juli 2022.
Akibatnya, sekolah yang hanya memiliki satu ruangan untuk satu kelas terpaksa harus menggunakan ruangan guru untuk ruang kelas bagi kelas 1.
Baca Juga: Arti Lirik Lagu Sikok Bagi Duo dalam Bahasa Indonesia yang Sedang Viral di TikTok
Karena kelas 1 pada tahun ini ada dua kelas, yaitu kelas 1A dan kelas 1B.
Kokom mengatakan, pihak sekolah tidak menyangka bila jumlah siswa yang mendaftar di sekolah tersebut mencapai hampir dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya.
Karena itu, ketika tahun ajaran baru dimulai siswa kelas 1A yang menempati ruang guru belajar di lantai untuk sementara waktu.
Namun rupanya ada wali murid yang merasa keberatan dengan kondisi tersebut.
Akhirnya, sekolah pun meminta bantuan kepada sekolah lain agar dibantu bangku dan meja untuk tempat belajar para murid kelas 1.
Hasilnya, pada Selasa sore yang lalu datang puluhan bangku dan meja yang kemudian langsung ditata untuk kelas 1A di ruang guru yang sekarang jadi ruang kelas.
Baca Juga: Tolak Penghapusan Honorer, Fortrah Kota Cilegon ‘Geruduk’ Pemerintah Pusat
Sementara para guru harus rela duduk berdesak-desakan di ruangan yang sempit di bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai rumah dinas.
“Ya desak-desakan jadinya,” katanya.
Kokom mengungkapkan, banyaknya murid yang mendaftar di sekolah tersebut lantaran saat ini banyak berdiri perumahan di sekitar sekolah.
Baca Juga: Spoiler One Piece Film Red: Badass, Akagami no Shanks Ternyata Sekuat Ini, 2 Admiral Cuma Bisa Diam
Akhirnya, para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah yang terdekat memilih sekolah tersebut sebagai tempat belajar anak mereka.
Guna memenuhi kebutuhan siswa akan bangku dan meja, pada bulan Juni 2022 lalu sekolah sudah membuat usulan pengadaan meubeul.
Kemudian juga anggaran rehabilitasi sekolah karena sejumlah bagian pada bangunan sekolah tampak rapuh dan perlu dilakukan perbaikan segera.
Muji, Wali Kelas 1A, mengatakan, semula ketika keputusan menggunakan ruangan guru sebagai ruang kelas 1 belum muncul, para siswa diminta untuk satu minggu sekali belajar dengan cara duduk di lantai dan bergantian dengan yang lain.
Sementara untuk meja menggunakan meja lipat yang mereka bawa dari rumah.
Namun ide ini ditentang oleh sejumlah wali murid sehingga pihak sekolah membatalkan rencana ini dan memilih untuk menggunakan ruangan guru sebagai ruang kelas siswa. ***



















