BACAJUGA:
BANTEN RAYA. COM – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Berkah Pandeglang mengajukan bantuan anggaran Rp8,2 miliar ke Kementerian PUPR.
Pengajuan anggaran tersebut untuk pengelolaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan jaringan perpipaan distribusi utama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Kecamatan Panimbang.
Direktur Utama Perumdam Tirta Berkah Kabupaten Pandeglang, Hj Euis Yuningsih mengatakan, pada saat ini tengah dibangun IPA SPAM KSPN dengan kapasitas produksi 100 liter per detik.
“Setelah selesai dibutuhkan anggaran biaya sekira Rp8,2 miliar untuk pengelolaannya. Berdasarkan hasil hitungan biaya estimasi mengoperasikan IPA SPAM KSPN,” kata Euis, Kamis 7 Juli 2022.
Euis menjelaskan, terkait kebutuhan biaya, saat ini sedang mengajukan usulan biaya kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Biaya itu termasuk untuk pembangunan jaringan pipa tersier kepada pelanggan.
“Kalau saat ini dari Kementerian PUPR baru jaringan pipa utama sedangkan ke jaringan pipa tersiernya belum. Oleh karena itu kita sedang mengajukan biayanya,” katanya.
Euis berharap, Kementerian PUPR merealisasikan usulannya karena memang kalau dari segi keuangan Perumdam belum ada untuk pembiayaan sebesar itu. Namun kalau untuk mengelola secara SDM sudah siap.
“Apalagi IPA SPAM KSPN ini untuk membantu mengatasi krisis air bersih di 10 desa dan 4 kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Sehingga kami melakukan jemput bola mengajukan permohonan biaya untuk pembangunan jaringan pipa tersiernya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Keuangan Perumdam Tirta Berkah Kabupaten Pandeglang Hendi Kusmawan menambahkan, usulan biaya sedang diajukan kepada Kementerian PUPR.
“Kalau estimasi ajuan untuk jaringan pipa pembagi distribusi ke pelanggan kurang lebih Rp.8,2 miliar. Untuk sambungan sekitar 5000 pelanggan,” katanya.
Dikatakan Hendi, anggaran biaya itu termasuk kebutuhan mendesak karena melihat kondisi keuangan Perumdam belum mencukupi. Oleh karena itu dibutuhkan bantuan biaya dari pusat.
“Kami mengajukan anggaran sebelum bangunan IPA SPAM selesai. Hal itu dilakukan agar ketika sudah selesai dan diserahkan ke Perumdam sudah bisa dikelola,” terangnya. ***
Editor: Administrator



















