BANTENRAYA.COM – Ramadhan memasuki hari ke 27.
Masyarakat banyak yang bertanya kapan Lebaran Hari Raya Idul Fitri 2022.
Apakah Lebaran Hari Raya Idul Fitri 2022 jatuh pada tanggal 2 Mei ataukah tanggal 3 Mei 2022.
Perbedaan Lebaran dimungkinkan terjadi karena awal Ramadhan berbeda-beda.
Muhammadiyah yang mulai puasa pada Sabtu 2 April 2022 sudah menyatakan bahwa Lebaran Hari Raya Idul Fitri 2022 jatuh pada 2 Mei 2022.
Meski demikian masyarakat masih menunggu keputusan dari pemerintah tentang kapan Lebaran Hari Raya Idul Fitri 2022.
Baca Juga: Lebaran Idul Fitri 2 Mei atau 3 Mei? Begini Pandangan Ustad Abdul Somad
Dai kondang dari Riau, Ustad Abdul Somad punya jawaban yang tepat dan cukup menenangkan mengenai perbedaan lebaran.
Berikut penjelasan Ustad Abdul Somad terkait perbedaan yang sering terjadi saat penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal.
Dikutip bantenraya.com dari akun Youtube Goto Islam, menurut Ustad Abdul Somad mengapa perbedaan ini terjadi karena sidang isbatnya di ekspos.
Baca Juga: Link Download Video Chika 20 Juta Full, Sepintas Mirip Tapi Ternyata…
Kemudian, Ustad Abdul Somad menambahkan sebaiknya sidang isbat itu diadakan tertutup.
“Sidang isbat di ruang tertutup, mau kelahi antara NU sama Muhammadiyah, kelahi di ruang tertutup itu, tapi suara yang keluar tetap satu,” ujar Ustad Abdul Somad.
Selanjutnya, Ustad Abdul Somad menjelaskan bahwa yang ia katakan mengambil contoh dari Mesir.
Baca Juga: Link Video Arya Saloka Gemas Ciumi Amanda Manopo, Netizen Sampai Bilang Begini
“Itu yang terjadi di Mesir, antara hisab ilmu astronomi dengan rukyatul hilal itu dikombinasikan,” ungkap Ustad Abdul Somad.
Lebih jauh, Ustad Abdul Somad menegaskan bahwa hisab dan rukyatul hilal bukan diperdebatkan.
“Jadi hisab dan rukyat bukan dikonfrontirkan atau ditabrakan, tapi dikombinasikan,” jelasnya.
Sehingga, menurut Ustad Abdul Somad hasil yang keluar dari penetapan 1 Ramadhan maupun 1 Syawal adalah satu suara.
“Andai ini terjadi, satu, amat sangat baik, bagus, positif, orang luar agama kita tidak membenturkan kita,” imbuhnya.
Tetapi, Ustad Abdul Somad mewanti-wanti apabila kembali ke lagu lama, dibenturkan ormas dengan negara maka cara menyikapi perbedaan adalah dengan ini.
“Saya pribadi menyarankan ikutlah apa yang engkau yakini benar menurut engkau, walaupun seribu orang berfatwa, memberikan fatwa kepadamu,” pungkasnya.
Kembali Ustad Abdul Somad menegaskan bahwa fatwa yang dikeluarkan Muhammadiyah maupun Majelis Ulama sama-sama benar.***



















