BANTENRAYA.COM – Dalam rangka meningkatkan partisipasi isu perempuan dan anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menggelar Pelatihan Menulis Bersama Jalastoria.
Kustiah Hasim, salah seorang pembicara dalam acara KemenPPPA menyampaikan, dalam memulai menulis hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mencari ide, mengembangkan tema, mengumpulkan data, membuat outline, menuangkan gagasan dan editing.
Dalam paparan di acara KemenPPPA Ia menjelaskan, dalam mencari ide bisa dimulai dengan hal yang diketahui oleh penulis, kemudian mencari tahu yang yang ingin diketahui oleh penulis, dan terakhir adalah melakukan pendalaman.
Baca Juga: Ciri-ciri Seseorang Terkena Depresi, Coba Cek Link Google Form Kesehatan Mental Berikut ini
“Dalam mengembangkan tema dibutuhkan referensi atau melakukan observasi,” Anggota Divisi Perempuan Aliansi Jurnalis Independen melalui zoom meeting, Senin 25 April 2022.
“Hal tersebut bertujuan untuk menentukan angle tulisan,” katanya.
Sementara itu, Ema Mukarramah, yang juga menjadi pembicara dalam pelatihan tersebut menyampaikan, tanda titik dipakai pada akhir kalimat pernyataan, tanda titik juga dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar atau daftar.
Baca Juga: Jadwal Cuti Bersama untuk Karyawan Swasta 2022, Berbeda dengan PNS
“Tanda titik juga dipakai dalam daftar pustaka diantara nama penulis, tahun, judul tulisan dan tempat terbit. Tanda titik juga dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukan waktu atau jangka waktu,” ujar Ema.
Sedangkan tanda koma, lanjut Ema, tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam pemerincian atau pembilangan.
“Contohnya; Catcalling, rape jokes, dan leering merupakan kekerasan seksual berupa pelecehan seksual nonfisik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tanda kota dipakai sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan. Contohnya, Ini bukan TPPO, melainkan pemaksaan pelacuran.
Tanda koma, masih kata Ema, juga dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat.
“Contohnya; Kalau jaraknya jauh, saya akan berangkat sekarang,” imbuhnya. ***



















