BANTENRAYA.COM — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memprediksi awal puasa Ramadan 2022 bakal berbeda.
Awal puasa Ramadan 2022 bakal berbeda disampaikan Peneliti Astronomi Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (OR LAPAN) BRIN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin.
Djamaluddin mengatakan, sebenarnya peringatan potensi perbedaan awal puasa Ramadan 2022 bakal berbeda sudah dituliskan di blog miliknya yang membahas tentang Kalender 1443 dengan berbagai kriteria.
Baca Juga: One Piece Episode 1014 Kapan Tayang? Ini Jadwal Barunya yang Sempat Ditunda
Juga ketika membandingkan dengan kondisi Rajab 1443.
“Namun perlu ditambahkan pertimbangan terbaru terkait dengan kebijakan Kementerian Agama yang mengadopsi kriteria baru Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS),” ujar Djamaluddin sebagaimana dikutip Bantenraya.com dari laman lapan.go.id, Selasa 29 Maret 2022.
Awal puasa Ramadhan 2022 bakal berbeda terutama akan terjadi antara awal Ramadhan yang sudah ditetapkan Muhammadiyah dengan pemerintah.
Baca Juga: Kumpulan 19 Link Twibbon Hari Film Nasional 2022, Beragam Desain yang Unik
Sebagaimana diketahui, organisasi masyarakat Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan 2022 jatuh pada 2 April 2022.
Djamaluddin mengungkapkan, pada 2 April 2022 nanti itu, hilal terlalu rendah untuk diamati oleh mata telanjang.
Umumnya, di wilayah Indonesia tinggi bulan kurang dari 2 derajat. Itu artinya, rukyatul hilal (pengamatan hilal) pada saat maghrib 1 April 2022 berpotensi tidak terlihat.
“Kalau pun ada yang melaporkan menyaksikan, itu sangat meragukan sehingga berpotensi ditolak saat sidang itsbat. Sehingga berdasarkan rukyat, 1 Ramadhan 1443 kemungkinan besar pada 3 April 2022,” ujar Djamaluddin.
Karena itu, bila sejak tahun 2017 penetapan awal Ramadhan selalui sama antara Muhammadiyah dengan pemerintah, maka setelah enam tahun itu awal Ramadhan kemungkinan akan berbeda lagi.
Djamaluddin mengatakan, sejak awal tahun 2022 lalu Kementerian Agama RI mengadopsi Kriteria Baru MABIMS, yaitu tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Dengan kriteria baru tersebut, posisi bulan di wilayah Indonesia dan negara-negara Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura (negara-negara MABIMS) belum memenuhi kriteria.
Baca Juga: Cara Membuat Akun Prakerja Gelombang 25, Lalu Kapan Ditutup Pendaftarannya?
Dengan kriteria baru MABIMS, pada 1 April 2022 itu posisi bulan tidak mungkin teramati, sehingga, tanggal 1 Ramadhan 1443 hijriyah baru akan jatuh pada 3 April 2022.
“Sangat mungkin Sidang Itsbat pada 1 April 2022 akan memutuskan 1 Ramadhan 1443 jatuh pada 3 April, berbeda dengan Muhammadiyah yang mengumumkan 1 Ramadhan 1443 jatuh pada 2 April 2022,” kata Djamaluddin. ***



















