BANTENRAYA.COM – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), menggaas program Corporate Social Responsibility (CSR) Generasi Terkoneksi (GenSi) yang diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari pelaku UMKM.
EVP Head of Circle Jakarta Raya Indosat Ooredoo Hutchison Chandra Pradyot Singh mengatakan, program GenSi berupaya memastikan konektivitas digital tidak berhenti pada ketersediaan infrastruktur, namun dapat dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat.
“Program GenSi ini dirancang sebagai bentuk kolaborasi antara sektor swasta dan institusi pendidikan untuk mendorong pemanfaatan konektivitas digital secara relevan dan berdampak,” kata Chandra dalam keterangan resminya kepada Bantenraya.com, Jumat 26 Desember 2025.
BACA JUGA: Persib Bandung vs PSM Makassar, Bojan Hodak: Ini Tidak Mudah
Fokus utama kegiatan adalah membekali peserta dengan pemahaman dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan untuk mendukung pengembangan usaha, khususnya dalam meningkatkan visibilitas, pemasaran, dan penjualan UMKM.
Sesi pertama disampaikan oleh Dr. Indra Cahya Uno, Pendiri OK OCE Indonesia, yang membahas pentingnya membangun mindset UMKM modern, penguatan komunitas dan ekosistem digital, serta melihat konektivitas sebagai peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan secara kolaboratif.
Sesi kedua dibawakan oleh Ridwanul Karim, Chief Marketing Officer (CMO) Ratban, yang mengulas strategi pemasaran digital berbiaya rendah, penguatan brand personality, storytelling, serta pembuatan konten yang relevan dan dekat dengan audiens.
“Dengan fondasi yang tepat, strategi yang relevan, dan keterampilan praktis,program GenSi mendorong UMKM untuk lebih siap memanfaatkan konektivitas digital sebagai alat bantu nyata dalam menjalankan dan menumbuhkan bisnis,” ungkap Chandra.
Pihak Universitas Multimedia Nusantara sebagai mitra menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi konkret antara dunia industri dan pendidikan.
Community Enggagement and Government Relations Manager Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Andy Firmansyah, menyampaikan, program ini memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan UMKM, karena materi yang disampaikan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif.
“Pendekatan seperti ini penting untuk menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan proses pembelajaran,” kata Chandra.***

















