BANTENRAYA.COM – Muhaimin Iskandar atau popular dikenal Cak Imin belum lama ini melemparkan joks ejekan soal membandingkan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (MII).
Cak Imin menyebutkan kader HMI yang tidak tumbuh dari bawah atau berproses secara instan untuk menjadi pejabat publik.
Hal itu berbanding terbalik dengan kader PMII yang selalu ikut proses tumbuh dari Bawah sampai atas.
Baca Juga: Seleksi Sekda Kota Serang Jadi Sorotan, HAMAS Ingatkan Jangan Ada Transaksi Politik Terselubung
Pernyataan tersebut sontak membuat sejumlah aktivis HMI memberikan komentar dan membahas hal tersebut.
Salah satunya dating dari senior HMI yang juga merupakan pengamat politik Adi Prayitno dalam kanal Youtubenya.
Dalam kanal tersebut Adi menyebutkan, sebenarnya malas membahas hal itu. Namun, karena cukup banyak permintaan maka dirinya menyampaikan pandangannya.
Baca Juga: Jelang Tamat! Our Movie Episode 11 Sub Indo: Spoiler Disertai dengan Link Nonton Full Movie
Menurut Adi, apa yang disampaikan Cak Imin tersebut adalah hanya joks yang bisa diungkapkan.
Terlebih Cak Imin ini adalah manusia politik yang cukup punya selera humor yang segar.
Bahkan, dirinya terbiasanya melemparkan joks yang sifatnya menyindir hanya untuk menghangatkan sauna dan memecahkan keheningan dalam forum.
Baca Juga: Siapakah DJ Panda? Viral Gegara Diisukan Pria yang Hamili Erika Carlina
“Bagi saya itu joks politik dan selera humor cak imin, itu karena selera humor yang diatas rata-rata. Apapun itu stail politik Cak Imin dan cukup kaya dengan istilah dan menjadi ice breaking politik agar menjadi hangat dan riuh, Itu candan biasa, tidak perlu ditanggapi berlebihan oleh HMI. ini bercanda saja,” katanya, sebagaimana dikutip pada Jumat 18 Juli 2025.
Adi menjelaskan, adanya saling sindiran antar aktivis adalah hal yang biasa. Bahkan, itu juga bisa dilakukan aktivis HMI dalam setiap pertemuan organisasi. Tidak hanya antara HMI dan PMII saja, tapi organisasi lainnya juga.
“Itu perka lumrah dan bagaimana aktivis PMII itu bergunjing satu sama lain, saling meledek tetangga sebelah. Begitu juga sebaliknya HMI juga sama. Sering kali juga kawan-kawan HMI mencolek organisasi tentang PMII, PMKRI dan saling senggol, itu bercanda dalam hal politik adalah hal lumrah,” ujarnya.
Baca Juga: Segini Besaran Omzet Marketplace yang Kena Pajak Penghasilan 0,5 Persen
Meski muncul pro dan kontra, hal itu menjadi wajar. Terlebih HMI dan PMII ini punay rivalitas dari tingkatan Bawah sampai dengan tingkatan atas saat para aktivis tersebut menjadi pejabat publik.
“Pemilihan BEM itu yang paling kencang rivalitasnya itu antara HMI dan PMII. Itu memang di semua tingkatan. bahkan di tokoh nasional juga begitu, begitu juga sebaliknya sering kali saling menunjukan satu sama lain. Artinya tidak hanya selesai jika tidak lagi di kampus, tapi itu meluber saat menjadi politisi dan pejabat publik,” pungkasnya. ***

















