BANTENRAYA.COM – Berdasarkan indeks pemetaan sebanyak 28 Kecamatan di Kabupaten Lebak rawan konflik pada Pilkada Lebak 2024.
Daerah rawan konflik ini disematkan lantaran rendahanya angka pendidikan dan fanatisme masyarakat dalam mendukung jagoannya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lebak H Sukanta mengatakan, daerah rawan konflik itu tergantung skala kecil, sedang dan besar.
Baca Juga: Bikin Kapok Gak Tuh! Gegara Balap Liar, Pelajar SMP di Bekasi Kena Hukum Petugas Keamanan
Pun demikian dengan penyebabnya yang beraneka macam salah satunya antar pendukung salah satu calon pasangan.
“Semua Kecamatan rawan ya, kami berharap berjalan lancar, aman, damai dan kondusif,” kata dia kepada Bantenraya.com, Selasa 24 September 2024.
Ia mengungkapkan, alasan 28 Kecamatan rawan konflik karena Lebak adalah daerah yang kuat dalam prinsip mendukung.
Baca Juga: Efek Gonta-ganti Pasangan, 83 Warga Lebak Terjangkit HIV Terbanyak di Rangkasbitung
“Pendidikan yang rendah juga menjadi penyebab utama rawan konflik,” ucapnya.
Dilanjutkannya, alasan lainnya karena topografi wilayah yang terdapat pegunungan dan perbukitan sehingga banyak kampung-kampung terpencil yang tidak tersentuh oleh sinyal internet.
“Dengan itu, informasi dan edukasi tidak tersampaikan apabila melalui media elektronik atau sosial,” ungkapnya.
Sukanta menuturkan, atas pemetaan daerah rawan konflik itu, pihaknya akan memaksimalkan sosialisasi dan edukasi.
“Kami akan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa perbedaan pilihan itu hal biasa,” ungkapnya.
“Kemudian memperkuat kerukunan sehingga tidak terjadi konflik antar pendukung dan menolak politik uang,” ujarnya.
Baca Juga: Geger Temuan 2 Koper Ganja di Tol, Polres Serang Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Sumatera-Jawa
Sementara itu, Ketua KPU Lebak, Dewi Hartini mengatakan, jumlah TPS sebanyak 2.062 di 345 Desa/Kelurahan tersebar di 28 Kecamatan pada Pilkada itu dipastikan ada yang masuk kategori rawan konflik juga bencana.
Namun, pihaknya sudah melakukan persiapan yang matang untuk menghadapi pesta demokrasi yang wilayahnya rawan mitigasi bencana alam dan rawan konflik.
Pihaknya juga berkolaborasi dengan aparat keamanan setempat guna menjamin keamanan pelaksanaan Pilkada.
Baca Juga: Klaim Punya Bukti, PJ Bupati Lebak Semprot Anak Buahnya yang Cawe-cawe di Pilkada
“Kami juga minta masyarakat dapat menggunakan hak politiknya dan tidak golput,” pungkasnya. ***


















