BANTENRAYA.COM – Harga kacang kedelai menggila dan mencapai Rp12.500 perkilogram.
Akibatnya 32 pengrajin tahu yang tersebar di Kampung Salahaur, Kelurahan Cijoro Lebak, Kampung Kebon Kopi, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kampung Muhara, Kelurahan Muara Ciujung Barat, serta di Kampung Kaduagung, Desa Kaduagung, Kecamatan Cibadak, mogok produksi, Senin 21 Februari 2022.
Aning pemilik pabrik tahu di Kampung Muhara, kepada Banten Raya mengatakan, dengan kenaikan harga kacang kedelai yang merupakan bahan baku tahu, maka sulit bagi dirinya untuk mendapatkan keuntungan.
Baca Juga: Tanah dan Bangunan Tanggul Situ Gede Menes Pandeglang Amblas
Maka dari itu, kata Aning, saat ada seruan dari para pemilik pabrik tahu se Banten agar mogok produksi, maka dirinyapun sepakat untuk menutup prabiknya hingga tiga hari kedepan.
“Kalau pun produksi tahu pasti percuma, karena hasil penjualannya hanya bisa untuk menutup modalnya saja. Sedangkan untuk mendapatkan keuntungan sama sekali sulit kami dapatkan,” ujar Aning.
Toto, pemilik pabrik tahu di Kampung Salahaur yang turut menghentikan produksinya, mengaku kewalahan menghadapi kenaikan harga kacang kedelai.
Baca Juga: Pembobol Minimarket dan Empat Pelaku Curanmor Berhasil Dibekuk Polres Lebak
Bahkan kata Toto, selama bertahan memproduksi tahu di tengah-tengah harga kedelai yang melambung tinggi, dirinya sempat menjual sepeda motor untuk membayar karyawanya.
“Karena hasil penjualan hanya cukup untuk mengembalikan modal produksi, maka karyawan saya jarang terbayar. Saya pernah menjual sepeda motor untuk membayar gaji karyawan,” ungkap Toto. ***



















