BANTENRAYA.COM – Jembatan gantung di atas Sungai Ciberang yang menghubungkan Kampung Sentral-Bojongasem, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, sejak beberapa hari ini ditutup.
Penutupan dilakukan karena kondisi badan jembatan yang berasalan balok kayu sudah rapuh dan berlubang.
Agar bisa kembali digunakan, maka pihak Kelurahan Rangkasbitung Barat, telah mengalokisakan dana dari ABPD 2021 Rp 19 juta untuk penanganan jembatan tersebut.
Baca Juga: Komplotan Pencuri Barang Milik Keluarga Pasien RS Hermina Ciruas Ditangkap
Eko Prihadiono, Anggota Fraksi Gerindra DPRD Lebak, yang sekaligus tokoh masyarakat Sentral membenarkan, bila kondisi badan jembatan gantung dikampungnya tersebut, dalam kondisi memprihatinkan.
Karena badan jalannya hanya menggunakan balok kayu, maka dalam kurun waktu yang cepat balok kayu tersebutpun banyak yang rapuh maupun patah.
“Untuk beberapa hari ini, jembatan tersebut tidak boleh dilalui semua jenis kendaraan maupun pejalan kaki, karena kerusakan pada badan jembatannya sedang ditangani warga,” ujar Eko, Rabu 22 Desember 2021.
Baca Juga: Petani Kota Serang Terjebak Tengkulak, Hasil Tani Diangkut ke Luar Kota Semua
Ketika ditanya, alokasi dana yang digunakan untuk penanganan jembatan tersebut, menurut Eko, dialokasikan oleh Kantor Kelurahan Rangkasbitung Barat, senilai Rp 19 Juta. Mengingat, dana keseluruhan penanganan jembatan tersebut, lebih dari Rp 19 juta, maka selebihnya menggunakan dana swadaya masyarakat.
“Dari perhitungan kami, penanganan jembatan ini mencapai Rp 22 hingga Rp 24 juta, namun selebihnya biar warga yang menanggung,” kata Eko.
Camat Rangkasbitung, Yadi Basari mengatakan, bila jembatan gantung sentral tersebut sudah diajukan sejak 2020.
Baca Juga: Cara Mudah Mengetik Lewat Suara di Laptop dan HP Android Menggunakan Google Docs
“Mudah-mudahan dalam hitungan hari, jembatan tersebut sudah bisa dilalui kembali oleh pejalan kaki maupun oleh pengendara,”harap Yadi.



















