BANTENRAYA.COM – Ratusan warga Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak turun ke jalan.
Mereka melakukan long march beberapa kilometer dari kantor kecamatan menuju ke arah Leuwidamar.
Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap maraknya galian pasir dan tanah di kawasan itu.
Baca Juga: Banten Warriors Makin Ngeri, Stefano Lilipaly Resmi Gabung Dewa United
Warga menyisir satu per satu galian yang berada di sisi jalan sekaligus menyegelnya.
“Kami berhak mendapatkan jalan bersih tidak becek dan licin. Sudah banyak nyawa melayang di jalan Rangkasbitung-Leuwidamar,” kata salah satu masa aksi, Udin saat ditemui, Minggu, 6 Juli 2025.
Di lapangan, kondisi jalan yang dipenuhi ceceran tanah, dan debu yang beterbangan sudah menunjukkan sulitnya warga di kawasan tersebut untuk hidup nyaman dan sehat.
Baca Juga: Persiapan Budaye Cilegon Fest 2025 Terus Digeber, Peserta Penari Bakal Diseleksi Ketat
Bahkan, banyak warga dilaporkan mengalami sakit pernapasan akibat adanya galian tambang pasir yang beroperasi di tengah pemukiman.
“Sudah banyak nyawa melayang. Aktivitas truk galian yang seenaknya. Kami punya hak menghirup udara sehat. Belum lagi, banyak warga kami yang sakit saluran pernapasan akibat galian,” tutur Udin.
Udin mengungkapkan, kondisi demikian sudah terjadi selama puluhan tahun. Kendati begitu, tak ada sedikitpun keuntungan yang diperoleh dengan aktivitas galian pasir dan tanah di wilayah mereka.
Baca Juga: Mulai Juli 2025! UMKM Resmi Bisa Berjualan di Stadion Geger Cilegon, Ini Persyaratannya
Namun, warga menyebut aktivitas tambang tersebut tetap beroperasi tanpa sedikitpun tersentuh adanya aksi nyata dari pemerintah daerah.
“Kami di sini sudah terlalu disusahkan dengan aktivitas tambang, karena ini sudah keterlaluan. Kami menunggu aksi nyata Pemkab Lebak dan Pemprov Banten untuk menindak aktivitas tambang,” imbuhnya.***



















