BANTENRAYA.COM – Dinas Perhubungan atau Dishub Kabupaten Lebak menggelontorkan anggaran Rp903 juta per bulan untuk pembayaran listrik Penerangan Jalan Umum atau PJU di seluruh wilayah Lebak.
Kendati biaya listrik PJU dibayarkan secara full, namun masih banyak jalan di Kabupaten Lebak yang belum memiliki PJU, termasuk PJU yang tersedia masih banyak yang dalam kondisi padam.
“Kalau per bulan kira Rp903 juta. Sementara tiap tahunnya kita anggarkan hampir Rp12 miliar,” kata Kepala Dishub Kabupaten Lebak, Rully Edward, Kamis, 16 Juni 2025.
Untuk menekan terjadinya kebocoran anggaran akibat pembayaran listrik PJU yang padam, Rully menyebut pihaknya sudah memulai menggunakan lampu LED termasuk mau mengganti sistem pembayaran menggunakan kWh pada tiap PJU yang tersedia.
Baca Juga: Tak Lagi Beli Baru, Pemkab Serang Bakal Sewa Randis untuk Menghemat Anggaran
“Kalau sekarang masih abonmen pembayarannya. Jadi satu tiang ya tetap bayar seperti kesepakatan, mau padam mau hidup. Makanya kita ingin ganti dengan kWh,” terangnya.
Rully mengklaim, jika penggunaan kWh pada tiap PJU di Lebak diimplementasikan, Dishub bisa melakukan efisiensi anggaran pembayaran listrik hingga Rp200 juta perbulan.
“Kita sudah tetapkan di empat kecamatan, dan sudah terlihat kita hemat sekitar Rp60 juta. Tapi memang kalau mau semua kecamatan, tinggal kesiapan dari pihak PLNnya saja,” tandasnya.***



















