BANTENRAYA.COM – Siswi kelas 1 di salah satu Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak diduga diperkosa. Bejatnya, pelaku merupakan tetangga dekat dan saling mengenal dengan orang tua korban. Berdasarkan keterangan keluarga korban, pelaku sendiri bernama Indra (28) dan sudah beristri. Saat ini, pelaku sudah melarikan diri sejak keluarga korban membuat laporan ke Unit PPA Satreskrim Polres Lebak pada (28/1/2025).
“Kita sudah laporkan pelaku, namun pelaku saat ini sudah kabur. Kita juga tidak menyangka pelaku berani berbuat seperti itu karena memang sudah sangat dekat dengan kami. Saat ini kami sedang memenuhi panggilan polisi untuk dimintai keterangan,” kata Kerabat korban, Amrozi saat ditemui di Polres Lebak pada Kamis, 6 Februari 2025.
Amrozi menjelaskan, terlapor Indra melancarkan aksinya pada bulan November 2024, pukul 21.30 WIB. Sebelumnya, pada pukul 20.00 WIB, Indra mengunjungi warung milik ibu korban dan meminta izin untuk membawa korban dengan alasan adanya kumpulan untuk pemberian bantuan. Setelah disetujui, korban akhirnya dibawa oleh korban. Namun bukannya ke tujuan yang dijanjikan, Indra malah melah membawa korban ke tengah hutan yang berada di Kecamatan Banjarsari.
Saat di tengah hutan itu, Indra kemudian memaksa korban untuk melakukan hubungan suami istri. Agar korban terperdaya, Indra kemudian berpura-pura menelpon seorang kiyai dan mengatakan bahwa jika korban tidak memenuhi permintaan Indra keduanya tidak bisa kembali pulang lantaran dihalangi oleh makhluk halus (hantu).
Baca Juga: Kasus Kekerasan Tinggi, DPRD Kota Serang Usulkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
“Korban ya namanya anak-anak pasti ketakutan. Korban kemudian mengikuti permintaan dari pelaku Indra dan akhirnya membuka semua pakainnya,” jelas Amrozi.
Korban sendiri, terang Amrozi, baru berani melaporkan perbuatan pelaku ke orang tuanya pada 27 Januari 2025 karena korban sebelumnya mengaku ketakutan. Setelah mendengar keterangan dari anaknya, ibu korban kemudian membuat laporan ke pihak kepolisian.
“Warga juga pada marah saat baru mengetahui kejadian itu. Bahkan, warga mengancam membakar rumah pelaku. Apalagi mengingat pelaku sudah punya istri dan anak. Kini pelaku sudah kabur,” terangnya.
Amrozi berharap kepolisian bisa segera menindaklanjuti laporan yang sudah dilayangkan oleh pihaknya. Ia juga meminta agar pelaku bisa segera ditangkap dan diadili untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Amrozi mengaku prihatin dengan kondisi korban mengingat korban saat ini masih berstatus pelajar.
“Kita sudah sempat minta baik-baik ke keluarga pelaku agar pelaku menyerahkan sendiri ke polisi. Tapi keluarga pelaku terkesan menutup-nutupi. Akhirnya kita laporan sendiri, apalagi warga kemarin sempat marah,” tandasnya. (***)



















