BANTENRAYA.COM – Pelaku usaha kantin sekolah di Kabupaten Lebak mengaku was-was dengan rencana dijalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak. Para pelaku usaha kantin menilai, program MBG akan berdampak pada perolehan omzet harian pedagang bahkan kemungkinan terburuk ialah terancam bangkrut.
Salah satu pemilik kantin di salah satu sekolah menengah pertama di Rangkasbitung, Murni menjadi salah satu orang yang menyampaikan rasa khawatir tersebut. Terlebih, usaha kantin yang ia buka merupakan satu-satunya pendapatan untuk menghidupinya dan dua anaknya selama bertahun-tahun.
“Sudah hampir 10 tahun dagang di kantin, ya jelas khawatir dengan adanya rencana program itu (MBG). Walaupun masih belum ya, tapi kalau programnya nanti jalan pasti terdampak. Kalau lihat-lihat daerah lain kan pemilik kantin banyak yang ngeluh,” kata Murni kepada Bantenraya com pada Kamis, 30 Januari 2025.
Di kantinnya, Murni sendiri menjajaki berbagai jenis kudapan ringan (snack) dan minuman. Tak jarang ia juga mendapatkan titipan dari rekanannya berupa kue kering. Dalam sehari, Murni rata-rata mendapatkan omzet sebesar Rp400-500 ribu.
Ia khawatir omzetnya tersebut berkurang drastis jika program MBG berjalan di Kabupaten Lebak.
“Kalau sekarang paling besar sehari Rp500 ribu, tinggal di potong modal dan lain-lain. Dagangannya macam-macam, kayak es, gorengan, terus jajan-jajanan gitu. Kadang ada titipan juga,” terangnya.
Murni berharap pemerintah bisa mengambil langkah tepat dalam pelaksanaan MBG. Setidaknya, pelaku UMKM seperti dirinya bisa dilibatkan dalam menyiapkan kebutuhan MBG para siswa.
“Kalau saya sih maunya diikutin (dilibatkan). Tinggal disesuaiin saja nanti apa saja yang dibutuhkan. Jadi nanti anak-anak sehat, ya kita gak bangkrut,” terangnya.
Diketahui, Kabupaten Lebak sendiri sejauh ini belum menjalankan program MBG. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak hingga saat ini masih menunggu aturan pasti dari program tersebut.
Baca Juga: Hafis Gunawan Terpilih sebagai Ketua PWNU Provinsi Banten Masa Khidmat 2025-2030
Berdasarkan data Ddari Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, ada sekitar 225.055 siswa di Lebak yang rencananya memperoleh MBG dengan rincian 33.245 siswa PAUD/TK, 142.578 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 50.232 siswa Sekokah Menengah Pertama (SMP).
Sementara itu belum lama ini, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Lebak, Halson Nainggolan menyebutkan pihaknya akan mengalokasikan 2 persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk kebutuhan program MBG.
“Dikarenakan aturan tekhnisnya belum terbit, Pemprov Banten mengarahkan agar mengalokasikan 2 persen dari target PAD tahun 2025, jadi sekitar Rp10,2 miliar kita alokasikan,” kata Halson belum lama ini. (***)



















