BANTENRAYA.COM – Para pedagang kaki lima (PKL) yang ada di Stadion Maulana Yusuf Ciceri menegaskan tetap ingin bertahan berjualan di sana.
Bahkan, PKL Stadion Maulana Yusuf siap dipungut retribusi asal diperbolehkan tetap berjualan di sana.
Para PKL Stadion Maulana Yufu juga juga siap meninggalkan lokasi bila suatu saat Pemkota Serang akan menggunakan lahan tersebut.
Baca Juga: Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark dengan SSSTikTok, Anti Ribet dengan Kualitas HD
Rian, salah seoarang pengurus Paguyuban Stadion Punya Kreasi, mengatakan pascapenertiban lapak PKL di Stadion Maulana Yusuf Ciceri beberapa waktu lalu para pedagang menempati lahan tidur milik Pemkot Serang di samping saluran irigasi.
Sesuai rencana, lahan ini akan dibangun kolam renang mini untuk latihan para atlet renang.
Selama lokasi itu belum dibangun, kata Rian, para PKL Stadion Maulana Yusuf meminta agar Pemkot Serang memperbolehkan digunakan untuk berjualan.
Baca Juga: Sinopsis Sinetron Suster El 11 Februari 2022: Devan Galau, Elnara Katakan ini
Ia menegaskan, Para pedagang siap mengikuti aturan dan ketentuan yang dibuat pemerintah daerah seperti dipungut retribusi.
“Kami siap dipungut PAD (pendapatan asli daerah-red),” ujar Rian, Kamis 10 Februari 2022.
Rian mengatakan, bila pengelola Stadion Maulana Yusuf Ciceri meminta agar lapak pedagang dibuat dengan indah, maka pihaknya siap menerima itu.
Baca Juga: Timnas U-23 Batal Ikut AFF di Kamboja, Syahrian Abimanyu: Potek Hati
Kemudian ketika suatu saat Pemerintah Kota Serang akan menggunakan lahan itu, maka para pedagang menyatakan akan siap meninggalkan lahan tersebut.
“Kami di paguyuban dan para pedagang sudah sepakat seperti itu,” katanya.
Bila sudah saatnya akan dipergunakan, para pedagang menyatakan akan membongkar sendiri lapak mereka tanpa harus Satpol PP Kota Serang yang turun tangan.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Nikita Mirzani Dituding Sindir Fuji Gara-gara Akun Bodong?
Rian mengatakan, para pedagang juga akan menyampaikan aspirasi kepada Ketua DPRD Kota Serang agar mereka diperolehkan berjualan di Stadion Maulana Yusuf Ciceri. Rencananya, akan ada 20 orang yang akan melakukan audiensi.
“Kita mau menitipkan aspirasi kepada Ketua DPRD Kota Serang. Kalau bukan ke dewan ke siapa lagi kami mengadu?” katanya.
Holani, salah satu pedagang Stadion Maulana Yusuf Ciceri, mengatakan, audiensi seyogyanya direncanakan dilakukan kemarin.
Baca Juga: 20 Kata-kata Gus Baha yang Penuh Makna dan Dapat Dijadikan Penyejuk Hati
Namun karena Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi sedang di luar kota, maka audiensi diundur pada Senin mendatang.
Dalam audiensi nanti, para pedagang akan meminta agar Ketua DPRD Kota Serang bisa bersikap lunak dengan mengizinkan para pedagang berjualan. Apalagi, para pedagang sudah lama berjualan di sana.
“Maunya pedagang bertahan di situ, ditata rapi jangan kumuh,” katanya.
Dia mengatakan, para pedagang juga menyadari sstadion bukan tempat berjualan.
Namun, para pedagang yang meyediakan minuman untuk masyarakat yang melakukan olah raga uga menuturnya dibutuhkan. Apalagi, saat ini ada sekitar 64 pedagang di stadion.
Pedagang ingin tempat berjualan dibangunkan oleh pemerintah daerah agar rapi dan tidak kumuh. Juga agar tidak terkesan seperti tempat remang-remang, tanpa sekat. ***



















