BANTENRAYA.COM – Collectif Ultras atau suporter garis keras Paris Saint-Germain (PSG) mengutarakan ketidakpuasannya terhadap klub asal Prancis itu.
Ultras PSG berujar bahwa klub PSG hanya mengumpulkan pemain bintang seperti anak manja.
Mereka juga tidak senang dengan kekecewaan baru-baru ini, setelah PSG tersingkir dari Coupe de France oleh OGC Nice melalui adu penalti Senin 7 Februari 2022.
Baca Juga: Perbaikan JLS Cilegon Butuh Rp 100 Miliar, Pemkot Cilegon Angkat Tangan
Oleh sebab itu, Ultras PSG menuntut perubahan di Paris Saint-Germain.
“Sudah terlalu lama klub menawari kami pandangan yang tidak lagi kami dukung,” kata Ultras PSG, dialnsir Bantenraya.com dari Marca.
“Ini adalah klub yang mengumpulkan bintang seperti anak manja, tanpa mengkhawatirkan konsekuensi olahraga.”
Baca Juga: Timnas U-23 Batal Ikut AFF di Kamboja, Syahrian Abimanyu: Potek Hati
Berbicara tentang kekecewaan mereka karena tersingkir dari Coupe de France, mereka vokal dalam sentimen terhadap pandangan klub pada musim ini, menunjukkan bahwa mereka hanya bermain untuk Liga Champions.
“Klub tampaknya bermimpi begitu besar sehingga memberi kesan bahwa musim dimulai pada Februari dan mengabaikan trofi domestik,” lanjut pernyataan itu.
“Kami tidak lagi mengenali klub ini. Hari ini, kesabaran kami telah mencapai batasnya!”
Baca Juga: Sinopsis Sinetron Suster El 11 Februari 2022: Devan Galau, Elnara Katakan ini
“Kami selalu menawarkan dukungan tak tergoyahkan kami meskipun kekecewaan besar.”
“Hari ini, kami membunyikan alarm. Para pemain, pelatih, inilah saatnya untuk bereaksi atau kami akan terus menghadapi kekecewaan yang tidak dapat diterima.
“Hormati kami, hormati warna kami.”. ***



















