BANTENRAYA.COM – Kota Serang sebentar lagi akan memiliki Perpustakaan Daerah Kota Serang tiga lantai.
Perpustakaan tiga lantai yang terletak di Batok Bali, Kota Serang ini menelan anggaran sebesar Rp 9,9 miliar.
Sekda Kota Serang Nanang Saefudin menilai pembangunan gedung Perpustakaan Daerah Kota Serang tiga lantai itu sudah sangat-sangat bagus.
Baca Juga: Penyandang Disabilitas di Jiput Dimanjakan dengan Bantuan Kursi Roda hingga Alat Mandi
Saat meninjau pelaksanaan pembangunan Perpustakaan Daerah Kota Serang itu Nanang mengatakan, Pembangunan gedung ini menelan anggaran sebesar Rp9,9 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.
“Ini sesuai dengan visi misi Pak Walikota dan Pak Wakil Walikota mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya warga Kota Serang,” ujar Nanang, Jumat, 12 November 2021.
Nanang mewanti-wanti agar pembangunan gedung tersebut tepat waktu dan selesai. Sebab dalam pembanguan yang menggunakan anggaran DAK, bila pembangunan tidak selesai maka akan menjadi beban APBD pemerintah daerah untuk menyelesaikannya.
Baca Juga: Polisi Tetapkan Tubagus Joddy Tersangka Kecelakaan Vanessa dan Bibi Ardiansyah
Namun melihat progres pembangunan yang sudah mencapai 70 persen lebih itu dia optimis pembangunan gedung Perpustakaan Kota Serang ini akan selesai tepat waktu.
“Saya meyakini pembangunan Perpustakaan Kota Serang ini bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.
Rencananya, dari tiga lantai gedung Perpustakaan Kota Serang, lantai basement akan digunakan sebagai lahan parkir, lantai kedua digunakan sebagai ruang pelayanan atau perpustakaan, dan lantai ketiga untuk perkantoran dinas.
Baca Juga: Airlangga: Buku Pembiayaan UMKM dapat Memberikan Kontribusi Positif dan Membantu Pengembangan UMKM
Nanang yang mantan Kepala Bappeda Kota Serang ini mengungkapkan, tidak semua pembangunan pada Perpustakaan Kota Serang ini menggunakan DAK pemerintah pusat. Beberapa pekerjaan menggunakan APBD Kota Serang, seperti pemagaran, interior, dan sisa bangunan di pojok gedung tersebut.
“Kami sudah anggarkan di APBD tahun 202 sebesar Rp7 miliar agar pembangunan bisa paripurna, bisa dilanjutkan,” tuturnya. ***



















