BANTENRAYA.COM – Sejumlah warga yang tinggal di rumah susun sewa sederhana atau Rusunawa Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang mengeluhkan minimnya fasilitas di sana.
Salah satu fasilitas yang dikeluham para warga yakni belum ada yakni portal gerbang Rusunawa Margaluyu.
Belum adanya portal gerbang membuat orang asing keluar masuk ke dalam kawasan dan tower Rusunawa Margaluyu.
Baca Juga: 29 Pejabat Eselon II Pemkab Serang Jalani Uji Kompetensi untuk Rotasi Jabatan ASN
Keluhan ini terungkap saat Walikota Serang Budi Rustandi monitoring Rusunawa Margaluyu di Lingkungan Padek, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa 22 Juli 2025.
Ia juga didampingi oleh Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang Wahyu Nurjamil, Asda I Kota Serang Subagyo, Kepala Diskominfo Kota Serang Arif Rahman Hakim.
Kemudian Kepala Dinsos Kota Serang Muhammad Ibra Gholibi, Camat Kasemen Kristiyanto, Plt Lurah Margaluyu Misri, dan Lurah Sawah Luhur Jadmiko.
Salah seorang warga penghuni Rusunawa Margaluyu, Nurlela mengatakan, fasilitas yang belum ada di Rusunawa Margaluyu salah satunya portal gerbang.
Belum adanya portal membuat warga luar keluar masuk ke area, bahkan ke dalam tower Rusunawa Margaluyu.
“Saya mohon, karena saya sudah lama di sini, tolong itu pintu gerbang disediain seperti di Rusunawa ASN Kementerian PUPR,” ujarnya.
Baca Juga: Uji Kelayakan Calon Direksi BPRS Cilegon Dimulai, Walikota Turun Langsung Wawancarai Kandidat
“Soalnya di sini kebanyakannya orang kampung luar itu masuk, jadi orang nggak bisa seenaknya masuk,” imbuh Nurlela, kepada Bantenraya.com.
Warga huni Rusunawa Margaluyu lainnya, Lilis pun mengeluhkan masih minimnya fasilitas di Rusunawa Margaluyu.
Ia membenarkan bahwa fasilitas di Rusunawa Margaluyu masih minim, namun Lilis mengaku mengapresiasi rencana ke depan Pemkot Serang yang akan membangun sejumlah fasilitas di kawasan Rusunawa Margaluyu.
Baca Juga: Tak Mau Diajak Hubungan Suami Istri, Pria Asal Kabupaten Serang Sebar Video Tak Senonoh
“Kalau soal fasilitas memang kurang, cuma saya berterima kasih kepada Pak Walikota mau ngadain Taman di sini kan, cuman saya minta kalau bisa taman kanak-kanak sekolah TK,” ungkapnya.
“Terus kalau ada buat tempat pengajian anak-anak (TPQ) juga, karena saya punya anak-anak,” paparnya.
“Jadi biar ada yang bimbing, jadi sekolah tuh nggak harus jauh. Kalau bisa orang di rusunawa juga yang mengajarnya biar gak keluar. Jadi jarak sekolah itu gak jauh,” terang Lilis. ***



















