cilowong
BANTENRAYA. COM – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang Ipiyanto menuding tuntutan warga yang disampaikan saat demonstrasi menolak sampah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tidak jelas dan tidak ada korelasinya dengan kerja sama dengan Kota Tangsel.
Tuntutan masyarakat itu berangkat dari persoalan bau sampah yang dihasilkan dari sampah yang dibuat truk-truk dari Kota Tangsel, namun di sisi lain mereka malah menuntut kompensasi uang.
“Sebetulnya yang harus disampaikan oleh masyarakat itu menghilangkan baunya. Kalau tuntutannya bau, ya seharusnya masyarakat meminta kepada Pemkot untuk menghilangkan baunya,” ujarnya.
Baca Juga: Pembuangan Sampah dari Kota Tangsel ke Cilowong Kota Serang Dilanjutkan
Seharusnya yang dituntut masyarakat adalah progres yang sudah dilaksanakan dari bantuan Kota Tangsel itu, apakah betul tidak dipergunakan untuk TPAS Cilowong.
Tetapi tuntutan masyarakat tidak megarah ke arah itu. Malah masyarakat menuntut ingin pendidikan gratis dan puskesmas memadai.
“Pendidikan kan sudah dijamin oleh Pemkot Serang. Puskesmas sudah ada,” katanya seraya menyebut tuntutan masyarakat tidak jelas.
Baca Juga: Jalan Bergelombang di Tol Tangerang-Merak Jadi Penyebab Kecelakaan, Polda Banten: Membahayakan!
Meski demikian, kata Ipiyanto, sebagai solusi pihaknya akan melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini secara baik-baik.
Namun bila cara ini tidak bisa, maka dia akan memilih jalur hukum guna menyelesaikannya.
“Jika tidak bisa, maka akan kerahkan APH (aparat penegak hukum). Ini harus diambil sikap tegas,” ujarnya. ***



















