BANTENRAYA.COM – Menu makan bergizi gratis atau MBG di Kota Serang diganti dengan makanan kering seperti biskuit, kurma, telur ayam rebus.
Menu MBG diganti dengan menu makanan kering diketahui saat launching MBG di SD Negeri 20 Kota Serang dan SMP Negeri 15 Kota Serang, Senin 17 Maret 2025.
Walikota Serang Budi Rustandi bersama Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia berkesempatan meninjau pembagian MBG di dua sekolah tersebut.
Turut hadir pula owner Dapur MBG Wadon Banten Kota Serang Nur’aeni, Sekda Kota Serang Nanang Saefudin, Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman, dan perwakilan Kodim Serang.
Baca Juga: Sahur Sambil Cek Saldo, THR ASN dan Non ASN Pemprov Banten Mulai Cair Besok
Pantauan Banten Raya di lokasi, menu MBG edisi puasa Ramadan yang dibagikan kepada siswa SD Negeri 20 Kota Serang dan SMP Negeri 15 Kota Serang adalah biskuit gandum malkist, kurma, pisang, telur ayam rebus, dan susu kemasan kotak.
Owner Dapur MBG Wadon Banten Kota Serang Nur’aeni mengatakan, masing-masing satuan pelaksana pemenuhan gizi (SPPG) owner Dapur MBG Wadon Banten launching MBG secara nasional selama empat hari di Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang.
“Jadi hari ini kita launching secara nasional di tanggal 17 di bulan Ramadan ini dengan memanfaatkan waktu empat hari memberikan makan bergizi yang diberikan kepada siswa,” ujar Nur’aeni, kepada Banten Raya.
Ia menjelaskan, pola pemberian MBG di bulan Ramadan ini dibawa ke rumah untuk disantap di rumah masing-masing. Oleh karena itu menu yang disajikan pun berupa biskuit malkist, telur ayam rebus, pisang, kurma, dan susu kemasan kotak.
Baca Juga: Pelabuhan BBJ Bojonegara Siapkan 10 Kapal Hadapi Mudik Lebaran 2025
“Polanya adalah dibawa ke rumah untuk disantap di rumah,” jelas dia.
Nur’aeni menegaskan, menu MBG di bulan Ramadan dengan hari biasa ada perbedaan.
“Oh iya ada dong. Karena kan nanti karbonya bersumber dari nasi kalau di bulan biasa. Kalau ini kan hanya kering-kering saja. Bukan bentuk nasi kalau yang sekarang,” tegasnya.
Nur’aeni menerangkan, nominal MBG produksi Dapur Wadon Banten sesuai standar badan gizi nasional (BGN)
Baca Juga: Disnakertrans Pandeglang Buka Posko Pengaduan THR, Pengusaha Diminta Cairkan Sebelum H-7 Lebaran
“Nominalnya 8 ribu sampai 10 ribu kalau untuk anak usia kelas 1-3 itu di angka 8 ribuan. Kalau untuk kelas 4-6 dan SMP 10 ribu. Standarnya seperti itu,” terang Nur’aeni.
Ia menyebutkan, Dapur MBG Wadon Banten melayani 3.306 siswa SD Negeri dan SMP Negeri se Kelurahan Cipare.
“Itu sekitar 14 sekolah. SD dan SMP baru yang terlayani,” sebut dia.
Salah seorang siswi SMP Negeri 15 Kota Serang Hanaya Wijaya mengaku suka dengan menu MBG edisi khusus Ramadan.
Baca Juga: Waktu Semakin Mepet, Perbaikan JLS Cilegon Bakal Rampung H-10 Lebaran 2025
“Suka sih karena ada susunya juga. Semuanya suka. Tapi telur rebus kurang. Karena terlalu hambar mungkin. Tapi gizinya sehat. Bagus,” ujar Hanaya Wijaya.
Kepala SMP Negeri 15 Kota Serang Edi Ruspandi mengaku bersyukur para siswanya antusias menyambut MBG.
“Alhamdulillah antusias anak-anak dari kemarin sudah menunggu. Alhamdulillah hari ini yang pertama kali untuk MBG ini ada langsung launching Pak Wali ke sini sudah ditungguin anak-anak sangat bahagia,” ujar Edi, kepada Banten Raya.
Ia mengakui bahwa biasanya menu MBG makanan siap santap, namun karena bulan Ramadan sehingga diganti dengan menu kering.
Baca Juga: Pengendara Sepeda Motor di Rangkasbitung Tewas Tabrak Truk yang Parkir Sembarangan
“Karena mungkin bulan puasa jadi menunya berupa kering. Informasi dari BGN seperti itu karena bisa kuat sampai sore,” katanya. ***



















