BANTENRAYA.COM – Dede Ihya Ulumudin, mahasiswa Universitas Banten Jaya (Unbaja) berhasil meraup keuntungan Rp5 juta sampai Rp6 juta setiap bulannya dari hasil budidaya jarum tiram yang ia geluti.
Warga Desa Panyebrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang itu menggeluti budidaya jamur tiram sejak tiga tahun lalu dan saat ini sudah bisa mempekerjakaan tujuh orang ibu-ibu.
Di awal-awal menjalankan usaha budidaya jamur tiram, Dede Ihya Ulumudin mengaku sempat beberapa kali gagal namun saat ini sudah memiliki 15.000 baglog atau media tanam jamur tiram.
Baca Juga: DPD LDII Kota Cilegon Sukses Gelar Vaksin Tahap Kedua
“Usaha budidaya jamur tiram sudah berjalan tiga tahun sejak pertama saya masuk kuliah di Unbaja,” ujar Dede kepada Bantenraya.com, Selasa 12 Oktober 2021.
Pria berusia 31 tahun itu mengaku memanfaatkan pekarangan di belakang rumahnya untuk budidaya jamur tiram.
“Pertama-tama lihat sama yang sudah berhasil terus diperaktekin dan sempat gagal beberapa kali,” katanya.
Namun seiring berjalannya waktu, Dede mengatakan sudah bisa mengatasi kegagalan dalam usaha budidaya jamur tiram.
“Sehari kita bisa panen 25 kilogram sampai 100 kilogram jamur. Kalau pendapatan sudah bersih rata-rata per bulan Rp5 juta sampai Rp6 juta,” tuturnya.
Dalam menjalankan usahanya itu, Deden menuturkan, ia melibatkan ibu-ibu di sekitar rumahnya sehingga bisa menambah penghasilan mereka.
“Kalau lagi musim panen padi seperti sekarang ini palihg enam sampai tujuh orang, tapi kalau lagi enggak musim panen padi atau tandur bisa puluhan ibu-ibu yang membantu membuat baglog dan panen,” ungkapnya.
Untuk pemasaran sendiri, kata Dede, sejauh ini tidak ada permasalahan bahkan sering tidak memenuhi kebutuhan pasar karena banyaknya permintaan.
“Kita biasa menjualnya di pasar tradisional Pamaran dan Cikande. Kalau ada pesanan kita juga buat olahan jamur seperti nuget, pepes jamur, jamur krispy, dan kerupuk jamur,” katanya.***



















