BANTENRAYA.COM – Musim durian telah tiba. Ada banyak jenis durian yang bisa dicoba. Salah satunya adalah durian asal Kota Serang, yaitu durian Si Sukun, Si Melon, Si Belimbing, Si Tangkil.
Roib (32 tahun), salah seorang petani durian asal Kampung Bojong, Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, dalam beberapa tahun terakhir mengembangkan durian yang ditanam di kebunnya seluas 600 meter persegi. Durian yang dikembangkan adalah durian lokal yang dikawinkan dengan durian unggulan seperti Bawor dan Musangking.
Awalnya, Roib hanya coba-coba mengawinkan durian lokal dan durian unggulan dengan sistem stek. Di luar perkiraan, pohon-pohon tersebut tumbuh subur sampai akhirnya berbuah lebat.
“Kita lakukan perkawinan silang. Induknya dari pohon durian lokal lalu alhamdulillah tumbuh,” kata Roib.
Baca Juga: Fraksi PKS Cilegon Soroti Soal Pemutusan Listrik Masjid, Sebut PLN Sudah Membuat Resah Masyarakat
Durian yang “diciptakan” Roib kemudian menghasilkan durian yang berbeda dengan durian aslinya. Saaat ini setidaknya ada empat macam durian yang dia identifikasi, terutama dari perbedaan bentuk buahnya. Keempat durian itu kemudian dinamakan sesuai dengan bentuknya yaitu Si Sukun, Si Melon, Si Belimbing, Si Tangkil.
“Setelah berbuah, bentuk dan rasanya ternyata berbeda,” katanya.
Si Sukun yang bentuknya menyerupai buah sukun memiliki rasa yang juga mirip sukun, yaitu pulen, halus, dan legit. Rasa manis durian ini pun lembut, tidak terlalu manis, sehingga tidak menimbulkan rasa eneg.
“Kelebihan lainnya dari Si Sukun adalah dagingnya yang tebal dan bijinya sangat kecil dan tipis,” ujarnya.
Berbeda dengan Si Melon, durian Si Belimbing mempunyai tekstur lembut, kering, dan memiliki rasa manis yang kuat. Bagi penikmat durian yang sukda dengan rasa yang kuat, Si Belimbing bisa jadi pilihan.
Adapun durian Si Melon dan Si Tangkil memiliki rasa yang mirip, yaitu rasa manis yang lenbut dan tidak terlalu kuat. Sementara dari bentuk, Si Melon lebih bulat, sementara Si Tangkil lebih lonjong.
Dari beberapa jenis durian yang ditanam, kata Roib, durian Si Sukun menjadi andalan dan banyak diburu oleh penikmat durian. Rasanya yang legit dan manis dengan biji yang sangat kecil membuat makan durian Si Sukun menjadi memuaskan. Apalagi, hanrganya cukup terjangkau sekitar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per butir.
“Kalau mau yang manisnya lembut bisa memilih Si Melon atau Si Tangkil. Keduanya hampir memiliki rasa yang sama. Perbedaannya, kalau Si Tangkil lebih kering sedangkan Si Melon lebih basah karena kadar airnya lebih banyak,” katanya.
Roib mengungkapkan, dari puluhan pohon durian yang ditanam tahun ini sudah memproduksi lebih dari ribuan buah. Meski tidak membuka lapak untuk menjual durian, namun para pembel nyatanya banyak yang datang ke kebun langsung untuk menikmati durian miliknya.
“Awalnya memang dari mulut ke mulut. Lalu komunitas bahkan yang sering pesan juga dari pemerintahan. Kalau mereka ada tamu dari luar atau pusat, biasanya pesen duriannya ke saya,” katanya.
Baca Juga: BAZNAS Provinsi Banten Tetapkan Zakat Fitrah 2025, Segini Besarannya Per Orang
Roib mengaku tidak khawatir dengan banyaknya durian daari Sumatera. Sebab rasa druian dan harganya yang terjangkau menjadi salah satu alasan mengapa para pelanggan kembali lagi untuk membeli durian darinya.
“Kalau ada yang gagal satu biji saja akan kita ganti langsung,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, hampir seluruh kabupaten kota yang ada di Provinsi Banten menghasilkan durian. Adapun Kota Serang pada tahun 2024 lalu menempati urutan kedua sebagai daerah penghasil durian di Provinsi Banten dengan jumlah durian mencapai 4.498,00 kuintal durian. Sementara posisi pertama diraih Kabupaten Lebak yang menghasilkan 117.974,00 kuintal durian. Selanjutnya Kabupaten Pandeglang menghasilkan 1.350,00 kuintal durian.
Posisi Kabupaten Serang menghasilkan 132.025,00 kuintal durian, Kabupaten Tangerang 200,00 kuintal durian, Kota Cilegon 840,00 kuintal durian, dan Kota Tangerang Selatan 180,00 kuintal durian. ***



















