BANTENRAYA.COM – Ikan bandeng menjadi salah satu hidangan yang populer saat perayaan Tahun Baru Imlek.
Umat Tionghoa percaya ikan bandeng memiliki makna khusus yakni melambangkan harapan keberuntungan dan rezeki.
Hal ini tentunya membawa berkah bagi para pedagang sate bandeng di Kota Serang, karena makanan ini merupakan salah satu kuliner khas dari Provinsi Banten.
Owner Sate Bandeng Bilvie Midah Dahmalia mengatakan, penjualan produk olahan ikan bandeng mengalami peningkatan hingga 30 persen saat memasuki masa libur panjang termasuk Tahun Baru Imlek.
“Memang, kami merasakan dan untuk produksi ikan mengalami peningkatan 30 persen,” ujarnya kepada Bantenraya.com, di Perumahan Banten Indah Permai Blok E1 nomor 11 Kelurahan Unyur, Kota Serang, Kamis 23 Januari 2025.
“Misalnya kita biasa produksi 100 kilogram ikan bandeng kalau sekarang jadi 130 kilogram,” katanya.
Tidak hanya sate bandeng yang meningkat, banyak juga konsumen yang berminat untuk membeli ikan bandeng yang sudah dibersihkan tulangnya.
“Dan saya juga menjual ikan bandeng tanpa tulang, ada yang sudah berlangganan seperti dokter atau pengusaha Chinese memesan ikan ini secara khusus ke saya, harganya itu mulai dari Rp20 ribu untuk ukuran 1 kilogram isi tiga ekor,” paparnya.
Tidak hanya di Banten saja, Midah yang memiliki 20 reseller yang tersebar di wilayah Jakarta, Bekasi, Bandung, hingga Jogjakarta juga mengalami peningkatan yang signifikan.
“Karena memang betul orang-orang Tionghoa itu memiliki kepercayaan kalau ikan bandeng bisa membawa keberuntungan. Jadi pesanan di luar Banten juga naik ada yang minta 20 pics hingga 100 pics,” terang Midah.
Adapun untuk harga juga sate Bandeng yang Midah pasarkan secara ritel berkisar Antara Rp40-42 ribu per pics. Namun apabila membelinya secara grosir akan lebih murah.
Hal senada disampaikan oleh Hadi Hidayat penjual sate bandeng di Kota Serang, ia menyampaikan bahwa penjualan ikan selalu ramai jika mendekati momen libur panjang.
Baca Juga: Info Loker PT Arwana Citramulia Tbk Terbaru, Sebagai Staff Admin Gudang Sparepart
“Jadi tidak hanya di Imlek saja, saat liburan juga sate bandeng ini naik penjualannya, bisa 20-30 persen dibandingkan hari biasa. Sebab kita pasarkan sate bandeng ini di tempat belanja oleh-oleh,” kata Hadi.***



















