BANTENRAYA.COM – Walikota Cilegon Robinsar memanggil pihak Manajemen PT Bungasari Flour Mills soal PHK 93 karyawan.
Robinsar berharap usai pertemuan ada solusi bersama yang diputuskan.
Vice Presiden Oprational PT Bungasari Flour Mills Andy Eko Pradianto menjelaskan, pihaknya juga merasakan kerugian besar atas peristiwa mogoknya para buruh.
Baca Juga: Terminal Curug Jadi Tempat Parkir Mobil, Dishub Kabupaten Lebak Sebut itu Langgar Aturan
Namun, hasil pertemuan tersebut akan dibawa ke jajaran direksi dan secepatnya disampaikan apa keputusannya.
“Kerugian material dan inmaterial juga. Saya tidak bisa jawab itu nanti akan ada dijajaran direksi keputusannya,” ucapnya, Rabu 1 Juli 2025
Andy menyatakan, karena PHK masih sengketa, pihaknya tetap memastikan apa yang menjadi hak buruh diterima.
“Ini kan masih ditolah pihak buruh. Jadi apa yang jadi kewajiban kami dan hak buruh tetap dipenuhi,” jelasnya.
Walikota Cilegon Robinsar menjelaskan, pihaknya sengaja mempertemukan kedua belah pihak agar terjadi diskusi dan solusi dari keduanya.
Bahkan, ia berharap dari pihak industri agar bisa menyelesaikan dan semua kembali normal.
Baca Juga: PLN Mobile Jawara Run 2025 Hadir di Kota Serang, Ribuan Peserta Start Bersama di 3 Agustus
“Tadi diskusi dengan jajaran direksi. Namun, karena ada 3 kepemilikan saham maka itu kolektif koligial keputusannya. Hari ini tidak ada keputusan dan akan dibicarakan dengan pemegang saham dahulu,” ujarnya.
Robinsar menyatakan, dalam diskusinya kedua belah pihak sudah saling mengungkapkan keluhan. Dimana, tentu akan ada jalan terbaik dari semua permasalahan.
“Tadi diskusinya tadi sudah cair kami sudah mendengar dari semua pihak, keluh kesah dari buruh sudah tersampaikan dan juga dari indistri sama keluh kesahnya tersampaikan. Dalam waktu satu pekan ke depan semoga sudah ada kabar baik yah,” jelasnya.
Baca Juga: Ramai Gepeng di Jalan Protokol Cilegon, Dinsos Minta Satpol PP Lebih Gencar Razia
Robinsar menegaskan, ke depan pihak industri dan buruh diharapkan mengedepankan musyarawah dan diskusi jika ada permasalahan, sehingga tidak ada konflik dan pihak yang merasa dirugikan.
“Ini menjadi pelajaran bagi semuanya kedepan, jika ada permasalahan diskusi lebih dikedepankan dan musyawarah lebih dalam lagi supaya tidak ada mis komunikasi,” ucapnya.***

















