BANTENRAYA.COM – Datang ke Riung Mungpulung HUT Kota Cilegon ke 26 tahun di Alun-Alun Cilegon, Tb Iman Ariyadi menyarankan Pemerintah Kota Cilegon dapat memanfaatkan pelabuhan untuk penambahan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cilegon.
Anak dari Tb Aat Syafaat sekaligus mantan Walikota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi yang menjabat tahun 2010-2015 turut serta hadir dalam serangkaian HUT Kota Cilegon ke 26 tahun dalam Riung Mungpulung di Alun-Alun Kota Cilegon, Minggu 27 April 2025.
Ia mengatakan, Pemkot Cilegon kedepannya bisa menambahkan PAD dalam berbagi aspek termasuk pemanfaatan Pelabuhan Merak yang berada di Kota Cilegon.
Dirinya berharap, Kota Cilegon ke 26 tahun ini dapat menjadi lebih baik dan lebih tertata dalam segala aspek.
“Pendapatan Kota Cilegon yang belum maksimal, maka Pelabuhan bisa jadi solusi untuk meningkatab pendapatan Kota Cilegon. Pemerintah harus punya solusi atas soal kebutuhan pembangunan yang tinggi,” jata Iman kepada Banten Raya saat ditemui usai Riung Mungpulung.
Baca Juga: Soroti Serapan Anggaran yang Rendah, Dewan Minta OPD Tak Ragu Jalankan Program
Menurutnya, masyarakat Kota Cilegon memiliki harapan yang besar atas kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Robinsar dan Fajar Hadi Prabowo selama 5 tahun kedepan.
“Saya melihat ekspetasi publik terhadap kepemimpinan Robinsar dan Fajar ini tinggi, untuk keduanya bisa menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Cilegon dari mulai banjir, infrastruktur, dan lain-lain,” ucapnya.
PAD Kota Cilegon, kata dia, paling banyak didominasi dari hotel dan restoran saja.
Maka, dirinya meminta kepada Pemkot Cilegon untuk dapat menambahkan hal baru dalam meningkatkan PAD Kota Cilegon.
“PAD Cilegon itu kanlebih banyak dari retribusi hotel, dan restoran ya. Kalau ada hal lain bisa dimanfaatkan,” tuturnya.
Ia turut menyoroti rencana pembangunan Pemkot Cilegon terkait pembangunan Jalan Lingkar Utara.
“Ya menurut saya, misalkan Jalan Lingkar Utara untuk skema pembagunannya tidak bisa menggunakan APBD juga,” ujarnya.
Baca Juga: Diler Honda Fajar Mandiri Baros Himpun 17 Kantong Darah
Sementara itu dirinya juga menanggapi Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang disarankan menjadi aset nasional.
“Kalau prinsipnya JLS itu diserahkan menjadi aset nasional itu terpelihara dengan baik, tapi kan kebutuhan pembangunan nasional itu banyak, apakah APBN nantinya bisa mengcover atau tidak tahu,” pungkasnya. (***)

















