BANTENRAYA.COM – 64 innovator di Kota Cilegon mengikuti seleksi innovator award 2025 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Cilegon. Dimana, 64 innovator tersebut akan ikut dalam 4 kategori inovasi.
Plt Kepala Bappedalitbang Kota Cilegon Syafrudin menjelaskan, 4 kategori tersebut yakni Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) sebanyak 26 peserta, TTG Unggulan sebanyak 4 peserta, Posyantek 11 peserta dan inovasi pelayanan public sebanyak 23 peserta.
“Kami harap dengan acara ini bisa menjaring inovasi baru dalam pelayanan public, meningkatkan kapasitas SDM ASN dan masyarakat, mampu menghasilkan inovasi dan teknologi yang mempunyai nilai ekonomis bagi masyarakat,” katanya, Senin (24/2).
Syafrudin menjelaskan, untuk hadiah yang disiapkan bagi pemenang yakni juara I uang pembinaan Rp5 juta berikut trophy dan piagam penghargaan, juara II uang pembinaan Rp4 juta serta trophy dan piagam penghargaan, juara III uang pembinaan Rp3 juta berikut trophy dan piagam penghargaan dan terakhir haparan I uang pembinaan Rp2 juta berikut juga trophy dan piagam penghargaan.
“Pelaksanaan masa penilaian ini berlangsung selama dua hari, dimulai dari tanggal 24 sampai 25 februari 2025. pengumuman pemenang hasil penjurian, akan di informasikan pada tanggal 28 februari 2025. Selanjutnya penyerahan hadiah akan dilangsungkan bersamaan dengan hari jadi Kota Cilegon tahun 2025,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo dalam sambutannya mengungkapkan, inovasi di Kota Cilegon tumbuh dan berkembang dengan baik.
Baca Juga: Dimulai 27 Februari, Berikut Jadwal Libur Sekolah Awal Ramadhan 2025 dan Link Download Surat Edaran
Hal itu terlihat dari sejumlah inovasi dan teknologi hasil karya masyarakat Cilegon, baik dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat.
“Ini merupakan bagian dari peran aktif masyarakat dalam mengisi pembangunan daerah. Ini menjadi salah satu indikator keberhasilan pemberdayaan masyarakat, yang diantaranya ada pos pelayanan teknologi tepat guna atau biasa kita sebut dengan posyantek,” ungkapnya.
Selanjutnya, jelas Fajar, dirinya juga mengapresiasi para ASN yang sudah ikut serta dalam inovasi pelayanan public. Hal itu menjadi sebuah kepedulian agar pelayanan bisa semakin mudah, efektif dan efisien.
“Saya memberikan apresiasi kepada para inovator ASN Kota Cilegon yang ikut berkompetisi pada kategori inovasi pelayanan publik, karena anda termasuk asn yang peduli dengan kemajuan pembangunan daerah. Selanjutnya dalam rangka meningkatkan SDM dan daya saing di Kota Cilegon, saya terus mendorong agar SDM ini harus mau melakukan terobosan terobosan dengan berinovasi,” pungkasnya.

















