BANTENRAYA.COM – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Pelabuhan Merak meminta kepada Pemkot Cilegon membantu menghadirkan oleh-oleh khas cilegon.
Pelaku UMKM di terminal Pelabuhan Merak Martin mengatakan, banyak UMKM namun sedikit yang menjual oleh-oleh khas Cilegon atau Banten.
“Yang jual oleh-oleh memang banyak disini, tapi tidak semua itu ada oleh-oleh dari Kota Cilegon atau Banten, banyaknya dari oleh-oleh Bandung, Lampung gitu ya,” kata Martin kepada Banten Raya, Senin (23/12).
Baca Juga: Series Aku Tak Membenci Hujan Episode 6: Spoiler, Jam Tayang dan Link Nonton Full Movie Bukan LK21
Menurutnya, perlu adanya oleh-oleh Kota Cilegon atau Banten hadir di setiap stand UMKM Pelabuhan Merak untuk mengenalkan makanan khasnya.
“Ini kan pelabuhan atau terminalnya di wilayah Kota Cilegon, baiknya ada oleh-oleh dari Kota Cilegonnya juga supaya ada makanan khas yang dibawa pemudik ke kampung halamannya,” ucapnya.
Ia berharap, Pemkot Cilegon dapat mendorong UMKM khas Kota Cilegon untuk hadir di stand UMKM di Pelabuhan Merak.
Baca Juga: Pastikan Penumpang Dapat Bus saat Nataru, Terminal Pakupatan Siapkan 855 Armada
“Semoga ada inovasi baru dari Pemkot supaya makanan khas Cilegon ini ada di setiap stand UMKM disini,” harapnya.
Selain itu, Martin mengeluhkan stand UMKM di pelabuhan merak itu ramai pemudik namun sedikit pembeli.
Dikatakannya, omzet yang didapatkan tidak terlalu besar, hanya naik 10 persen dari hari biasa.
Baca Juga: Mulai Januari 2025, Pemkot Serang Kucurkan Rp2 Miliar untuk Anggaran Makan Bergizi Sehat
“Setelah covid ini semakin turun omsetnya, kalau lagi hari besar gini paling naik dari hari biasa Rp 300 ribu sampai sekitar Rp 1 atau 2 juta saja. Banyak pemudik juga belum tentu ramai membeli oleh-oleh dari stand UMKM,” ujarnya.
Adapun perbedaan yang dirasakannya semenjak adanya penggabungan terminal dengan Pelabuhan untuk pejalan kaki.
Ia mengaku, tak pernah restock makanan atau minuman secara lebih karena sepi pembeli.
Baca Juga: Jelang Rilis Squid Game Season 2, Google Ramaikan dengan Permainan Red Light Green Light
“Semenjak ini direnovasi, jarang pembeli karena ini kan pejalan kaki jadi langsung ke tujuan sosoro. Kalau dulu kan ada dari reguler bisa beli oleh-oleh dulu. Sepi gini mau stoknya juga takut tidak habis,” katanya. ***

















