BANTENRAYA.COM- Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Cabang Cilegon mendatangi Pemkot Cilegon.
Perwakilan HMI tersebut menggelar Audiensi dengan Walikota Cilegon Helldy Agustian, Kamis 23 September 2021.
Awalnya kedatangan mahasiswa dari HMI Cabang Cilegon sempat dilarang oleh petugas keamanan Pemkot Cilegon.
Baca Juga: Hampir 7.000 Korban PHK di Banten Tak Terima Bantuan
Namun setelah melalui negosiasi, akhirnya belasan mahasiswa tersebut diterima untuk melakukan audiensi dengan Walikota Cilegon di Ruang Rapat Walikota Cilegon.
Ketua Umum HMI Cabang Cilegon Rikil Amri mengatakan, kedatangannya ke Pemkot Cilegon sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap Rapat Dengar Pendapat di DPRD Kota Cilegon beberapa waktu lalu.
Saat Rapat Dengar Pendapat, juga dihadiri beberapa perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Cilegon.
Baca Juga: Ceramah Almarhum Syekh Ali Jaber: Tips dan Cara Hatam Baca Al-Qur’an Dalam 10 Jam
“Saat itu kami menanyakan terkait transparansi anggaran kepada Pemkot Cilegon yang kami nilai tidak transparan, itu seperti dianggap formalitas karena tidak ada tindak lanjut dari Pemerintah Kota Cilegon,” katanya.
“Tuntutan yang kami sampaikan diantaranya terkait transparansi anggaran APBD untuk penanganan Covid-19,” ungkapnya
“Sampai saat ini tidak ada kejelasan informasinya. Kami sebagai masyarakat menanyakan hal tersebut,” imbuhnya.
Baca Juga: Pojok UMKM Randakari Fokus Dampingi Pelaku Usaha Kerajinan Tangan
Rikil meminta agar Pemkot Cilegon untuk memublikasikan anggaran penanganan Covid-19 yang sudah terserap ataupun yang belum terserap melalui website Pemkot Cilegon.
Hal itu agar lebih update, dan lebih mudah diakses oleh masyarakat. Itulah transparansi yang seharusnya dilakukan Pemkot Cilegon.
“Terkait pelayanan kesehatan juga kami minta, birokrasi pelayanan kesehatan dipermudah dan tidak berbelit-belit, bila perlu cukup pakai KTP masyarakat bisa berobat,” tuturnya.
Baca Juga: Futsal PON XX Papua: Futsal Banten Lawan Jawa Barat, Siap Kejar Poin di Laga Perdana
“Perihal pembangunan infrastruktur kami sampaikan, karena banyak aduan masyarakat kepada kami terkait jalan di pelosok-pelosok Kota Cilegon yang rusak,” ucapnya.
“Dan masih banyak warga yang membutuhkan air bersih seperti di pegunungan LingkunganWatu Lawang dan lain sebagainya,” tambahnya.
HMI juga menagih janji-janji politik Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta dari sepuluh janji politiknya, baru dua yang terealisasi.
Baca Juga: Duh! Softball dan Baseball PON Banten Kalah Dilaga Pertama
“Terakhir kami meminta Walikota Cilegon tidak baperan dan tidak banyak pencitraan, semoga jargon modern dan bermartabat tidak hanya di mulut, tapi bisa di aplikasikan untuk Kota Cilegon lebih baik lagi,” tutupnya. ***


















