BANTENRAYA.COM – Universitas Bina Bangsa (Uniba) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Transformasi Konseling di Era Society 5.0”, di auditorium gedung D lantai 6 Kampus Uniba.
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, serta pemerhati dunia konseling dari berbagai daerah di Indonesia.
Seminar nasional ini diselenggarakan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Uniba, sebagai respon atas tantangan perubahan zaman yang menuntut adaptasi dan inovasi dalam dunia pendidikan, khususnya di bidang konseling.
Baca Juga: Ekonomi Biru Jadi Fokus RPJMD Banten 2025–2029, DPRD Dorong Sinkronisasi Program Antar OPD
Society 5.0 sebagai konsep masyarakat berbasis teknologi dan human-centered menuntut peran konselor untuk lebih adaptif, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi dalam memberikan layanan yang efektif.
Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Rektor Uniba M. Suparmoko menyampaikan bahwa Society 5.0 menuntut para konselor, untuk mampu memadukan teknologi canggih dengan pendekatan yang berpusat pada manusia.
“Konseling tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode konvensional. Diperlukan adaptasi teknologi tanpa mengesampingkan nilai-nilai empati, etika dan keberpihakan terhadap klien,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, Lira Erwinda, Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Uniba mengajak peserta, untuk merefleksikan ulang peran mereka sebagai pendidik dan praktisi.
“Tugas kita adalah memastikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi inti dari praktik konseling. Saya harap dari forum ini kita bisa membuka wawasan, berdiskusi, dan mempersiapkan diri untuk jadi bagian dari transformasi itu sendiri,” ujarnya.
Seminar ini membahas berbagai isu strategis dalam layanan konseling, perlindungan data pribadi dalam konseling daring, hingga pengembangan aplikasi terapi berbasis digital.
Diskusi juga menyoroti pentingnya literasi digital bagi konselor agar mampu menyaring informasi dan menggunakan media secara bijak dalam proses bimbingan.
Sementara itu, Ifdil dari Universitas Negeri Padang memotivasi peserta untuk terus belajar dan tidak berhenti menggali ilmu untuk membantu mendekatkan dengan impian.
Dalam pemaparannya menjelaskan bahwa transformasi konseling harus dimulai dari perubahan paradigma pendidikan konselor.
“Kurikulum pendidikan harus menyiapkan lulusan yang melek digital, adaptif dan mampu merancang intervensi berbasis teknologi yang tetap menjunjung nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Berikutnya Beni Junedi, Wakil Dekan I dalam sambutannya menekankan pentingnya adaptasi profesi konseling menghadapi perubahan lanskap sosial dan teknologi yang semakin pesat.
“Konseling tidak lagi hanya tentang interaksi tatap muka, namun juga perlu merangkul inovasi digital untuk menjangkau lebih banyak individu dan memberikan layanan yang lebih efektif,” ujar.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Pasar Badak Pandeglang Naik Tajam, Warga Terpaksa Beli Meski Harga Selangit
Peserta sangat antusias untuk mengikuti acara ini yang sangat menginspirasi dan para peserta diajak untuk tidak hanya menyerap materi, tapi juga berdialog aktif dan mengevaluasi kembali posisi mereka sebagai calon konselor di era serba cepat. ***















