BANTENRAYA.COM – Mahasiswa Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) angkatan 2024, melaksanakan Simposium Nasional bertema “The Political Economy of Extractivism and Sustainable Development”.
Acara ini bekerja sama dengan Center for Election and Political Party (CEPP) FISIP UI dan Asosiasi Dosen Ilmu Politik Indonesia (ADIPI) ini, menghadirkan kurang lebih 200 peserta dari berbagai latar belakang.
Peserta tersebar dari Aceh sebagai titik pertama Indonesia, ke Sidrap di timur hingga ke Leicester, Inggris.
Baca Juga: Nekat Berenang di Pantai Bagedur, Santri di Lebak Hilang Terbawa Arus Ombak
Julian A. Pasha, Ketua Departemen Ilmu Politik FISIP UI dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini.
Karena, sesuai dengan tema mengandung pesan dan mandat untuk turut serta menjaga resources yang Tuhan amanatkan untuk Indonesia dan untuk anak cucu selanjutnya.
“Simposium ini menghadirkan sejumlah pembicara ahli yang memberikan pandangan kritis terkait kebijakan ekstraktivisme dan pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Baca Juga: Maraknya Korupsi, Kawal Demokrasi Menggelar Aksi Kampanye di Kota Serang Banten
Di lokasi yang sama, Muhammad Said Didu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN yang hadir sebagai pembicara mengingatkan pentingnya orientasi pembangunan yang berpihak pada kepentingan bangsa.
“Kita harus menjaga para investor dan pemerintah agar memiliki prinsip Membangun Indonesia, bukan hanya Membangun di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Chusnul Mar’iyah, dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia menyoroti pentingnya mengembalikan nilai asli Pancasila.
Baca Juga: Penuh Sedimentasi, Pelabuhan Karangantu Banten Minim Kunjungan Kapal Niaga
Semoga ke depannya pemerintah dan intelektual dapat merebut tafsir Pancasila kembali dan kembali ke Ketuhanan yang Maha Esa, bukan keuangan yang maha kuasa.
Berbeda dengan Mulyadi, dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia yang menyoroti ancaman politik bangsa.
“Indonesia, dalam konteks ini kita harus bersama-sama menang terhadap 3B ancaman bangsa, yaitu badut, bandar, dan bandit politik agar kedaulatan Indonesia senantiasa terjaga,” ungkapnya.
Baca Juga: Tabrak Truk Tanah yang Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Lebak Tewas
Sedangkan, Fuad Bawazier, Komisaris Utama MIND ID menegaskan pentingnya pemberantasan korupsi untuk kemajuan bangsa.
“Dalam pelaksanaannya, tidak ada satu negarapun di dunia yang bisa makmur kalau korupsinya masih merajalela. Jadi, saya mau bilang kalau korupsi gak diberantas ya akan gini aja, muter-muter. Penegakkan hukum yang tidak kuat maka akan selalu begini saja,” tegasnya.***















