BANTENRAYA.COM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Banten Jaya (Unbaja) berkolaborasi dengan YAKESMA Provinsi Banten, menyelenggarakan pengabdian masyarakat dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Untuk Penurunan Stunting” di Desa Kupahandap, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unbaja Anis Masyruroh menyampaikan, stunting masih menjadi sebuah isu yang sering dibahas dalam dunia kesehatan di Indonesia, hal ini tak lepas dari masih cukup tingginya angka stunting, Di Provinsi Banten.
Ia menjelaskan, prevalensi stunting mencapai 24 persen, lebih tinggi dari angka nasional. Artinya, 24 dari 100 balita di Banten mengalami stunting. Angka ini merupakan yang tertinggi di Pulau Jawa dan sudah melampaui batas 20 persen yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Baca Juga: Hasil FIFA Intercontinental Cup 2024: Real Madrid Berhasil angkat Trofi
“Untuk memberikan informasi yang tepat bagi para orangtua yang memiliki anak usia balita, Unbaja berkolaborasi dengan YAKESMA Provinsi Banten, menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unbaja terhadap permasalahan stunting di Provinsi Banten, terutama Kabupaten Pandeglang yang merupakan salah satu daerah di Provinsi Banten yang memiliki angka stunting yang tinggi.
“Anak-anak harus mendapatkan gizi yang cukup untuk dapat memiliki tumbuh kembang yang optimal, sehingga dapat menjadi generasi emas pada tahun 2045 di Indonesia,” ucapnya.
Baca Juga: Berikut Lirik Mars dan Ikrar Hari Bela Negara, Lengkap dengan Sejarah HBN
Di lokasi yang sama, Kepala Desa Kupahandap Firdaus berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, tentang pencegahan stunting di desa Kupahandap.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unbaja dan YAKESMA Provinsi Banten, sehingga bisa membantu kami dalam mencegah stunting di desa kupahandap,” katanya.
Perlu diketahui, kegiatan ini menghadirkan narasumber yang merupakan ahli dalam bidang kesehatan dan ekonomi Nia Kurnitillah dan Chotibul Umam.
Baca Juga: Kebiasaan Makanan Tak Sehat, 18.950 Warga Kabupaten Serang Alami Diabetes
Nia menjelaskan, stunting merupakan salah satu isu kesehatan pada balita yang memerlukan perhatian dan kerjasama seluruh anggota keluarga, karena permasalahan ini dimulai saat remaja tidak memiliki gizi yang cukup.
Chotibul Umam menambahkan pemenuhan zat gizi keluarga tidak terlepas dari kemampuan finansial ekonomi keluarga, sehingga memerlukan kepedulian seluruh elemen masyarakat untuk membantu menyelenggarakan kegiatan yang membekali masyarakat kurang mampu dengan keahlian dan keterampilan tambahan.***















