SERANG, BANTEN RAYA-Kelompok 53 kuliah kerja mahasiswa (KKM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mengenalkan teknologi budidaya ikan dan tanaman dalam ember atau yang populer disebut budikdamber kepada masyarakat Desa Barengkok, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.
Menurut Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 53 Muhammad Jaiz, budikdamber merupakan perpaduan teknik akuaponik pertanian dan perikanan yang membutuhkan modal cukup murah dan mudah.
“Komoditas ikan yang dibudidaya adalah ikan lele dan menggunakan tanaman kangkung,” katanya, kemarin.
Jaiz menyampaikan, pengenalan budikdamber sekaligus merupakan langkah awal untuk penguatan ekonomi dan pangan di Desa Barengkok. Melalui program budikdamber, masyarakat desa diharapkan tidak perlu khawatir dalam pemenuhan gizi untuk kebutuhan protein hewani dan sayuran bagi keluarga, sehingga mampu mendukung dan mempertahankan ketahanan pangan di tengah masa pandemi Covid-19. “Dan apabila memungkinkan, kelebihan produksi ikan dapat dijual ke pasar,” ujarnya.
Sementara itu, Rismayanti, Mahasiswi Teknik Sipil Angkatan 2018 sekaligus Ketua Kelompok KKM Kelompok 53 mengatakan, lahan yang kurang luas karena berada di daerah kawasan industri.
Namun yang menjadi kelebihan bagi warganya adalah rata-rata pemukiman masyarakatnya hampir semuanya memiliki pekarangan. Hanya saja masyarakat desa masih harus dibangkitkan lagi motivasi untuk memanfaatkan pekarangannya.
“Karena itu edukasi perlu dioptimalkan, terlebih faktor utamanya karena budikdamber dianggap harus mengeluarkan biaya yang besar untuk modal,” katanya. (satibi)














