BANTENRAYA.COM – Warga Lingkungan Cigerem RT 009 RW 003, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, melakukan penanaman pohon pisang di sejumlah titik jalan berlubang, Selasa 17 Februari 2026.
Aksi penanaman pohon pisang dilakukan sebagai bentuk protes terhadap jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
Anggota Gerakan Pemuda Masyarakat Pabuaran (GEMPUR) Muhidin mengatakan, kerusakan jalan di wilayahnya kini berubah dari penghubung aktivitas warga menjadi sumber masalah.
BACA JUGA: Tecno Camon 50 Ultra Siap Jadi Monster di Kelas Menengah, Sudah Kantongi TKDN
Lubang menganga, permukaan rusak, dan genangan air bukan lagi hal baru, melainkan rutinitas yang membahayakan.
“Setiap hari masyarakat harus bertaruh keselamatan hanya untuk bekerja, sekolah, dan menjalankan aktivitas dasar,” ujar Muhidin.
Ia menjelaskan, aksi tersebut dilakukan karena kerusakan jalan dinilai telah berlangsung lama dan semakin memburuk, terutama saat hujan turun.
Lubang yang tergenang air kerap memicu kecelakaan serta menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Kerusakan jalan dilaporkan telah berlangsung lama tetapi belum ada penanganan serius dari pihak terkait, sehingga kami menanam pohon pisang supaya terlihat jelas, dan tidak memakan korban, terutama saat hujan turun. Lubang yang tergenang air kerap memicu kecelakaan serta menghambat aktivitas masyarakat” jelas dia.
Masyarakat Kelurahan Pabuaran berharap aksi ini mendapat perhatian serius dari pihak berwenang di wilayah Kota Serang, agar segera dilakukan perbaikan menyeluruh dan berkelanjutan.
“Akses jalan yang aman dan layak merupakan kebutuhan dasar publik yang tidak dapat ditunda,” tandasnya. ***

















