BANTENRAYA.COM – Satu tahun kepemimpinan Robinsar dan Fajar Hadi Prabowo sebagai Walikota dan Wakil Walikota Cilegon dinilai berhasil menghadapi goncangan dan ketidak pastian anggaran.
Pada saat awal memimimpin keduanya diwarisi hutang anggaran kepada pihak ketiga sebesar Rp130 miliar.
Dengan upaya kebijakan Robinsar dan Fajar berhasil menyelesaikan masalah tersebut.
BACA JUGA: Dewan Cilegon Minta Pemerintah Kaji Ulang Penurunan NJOP Industri
Tidak hanya itu saja, ketidakpastian anggaran karena adanya pemangkasan dana transfer daerah dari pusat juga berhasil dilampaui dengan kebijakan efektifitas belanja dan rasionalisasi anggaran.
Pengamat Politik dari The Sultan Center Edi M Abduh menjelaskan, kemampuan menjaga keseimbangan fiskal menjadi bukti perencaaan yang kuat dan matang.
Sebab, jika di tarik ke awal kepemimpinan Robinsar dan Fajar diwarisi hutang ratusan miliar dan sekarang dengan starategi rasionalisasi, efektifitas pendapatan dan belanja berhasil surplus pada APBD 2025.
“Ini membuktikan jika formulasi perencanaan dan pengambilan kebijakan budgeting yang tepat dilakukan. Bahkan, mencapai surplus dalam APBD,” jelasnya, Kamis 19 Februari 2026.
Secara infrastruktur, papar Edi, juga terlihat sangat jelas dan berbeda. Termasuk fasilotas publik yang sekarang semakin banyak dan perbaikan jalan yang semakin masif dilakukan.
“Terlihat berbeda karena banyak sekali pembangunan fasilitas publik yang menopang aktivitas publik. Jalan bagus dan membuat masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Dalam hal birokrasi, dikepemimpinan Robinsar dan Fajar juga ada ribuan pegawai yang berhasil diangkat menjadi PPPK. Hal itu membuktikan keberpihakan terhadap pegawai.
“Ada banyak honorer yang diangkat dan dijamin menjadi PPPK,” pungkasnya. ***
















