BANTENRAYA.COM – Serangan bertubi-tubi Israel ke Hamas ternyata malah membuat negara mayoritas Yahudi tersebut terancam bangkrut.
Seperti saja bumerang, berbagai serangan yang dilepas pasukan Israel ke tanah Palestina ternyata sangat mahal sampai berbalik arah dan menyerang keuangan negara sampai terancam bangkrut.
Informasi Israel terancam bangkrut ini dikutip Bantenraya.com dari salah satu postingan akun Instagram @sahabatsurga dan berbagai sumber.
Baca Juga: VIRAL di Medsos! Inilah Cara Membuat Animasi Disney AI Tanpa Aplikasi Tambahan
Diketahui bahwa tiap serangan Israel dalam beberapa waktu ini membuat negara tersebut rugi US$249 juta atau Rp3,9 triliun per hari.
Dan kerugian tersebut diperkirakan langsung oleh menteri keuangan Israel, Bezalel Smotrich.
Dia menyatakan bahwa anggaran nasional 2023-2024 tidak lagi relevan mengingat perang yang terjadi di Gaza.
Meski memperkirakan kerugian tersebut, Smotrich mengatakan bahwa dia belum memiliki penilaian tentang dampak tidak langsung terhadap perekonomian negaranya.
Namun, dari sana Israel juga mengajukan bantuan ke Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.
Padahal tiap tahunnya Amerika Serikat sudah mengucurkan dana sebesar Rp55 triliun per tahun untuk mendukung anggaran pertahanan Israel.
Baca Juga: Profil Saixse, Musisi Malaysia Pelantun Lagu Malam Pagi yang Viral di TikTok
Sementara itu, serangan yang dilancarkan Israel sejak membalas serbuan Hamas pada 7 Oktober lalu kini telah merengut nyawa lebih dari 9 ribu jiwa.
Pada konferensi pers, juru bicara kementerian Ashraf al-Qedra mengatakan bahwa jumlah korban tewas meningkat menjadi 9.061, termasuk 3.760 anak-anak dan 2.326 perempuan.
Sementara itu, jumlah korban luka melampaui 32.000 orang.
Baca Juga: Berkebun di Pekarangan Rumah, Solusi Harga Cabai Naik dari Mentan Andi Amran
Tidak hanya para warga sipil, namun 37 orang jurnalis juga dilaporkan tewas selama meliput perang Israel-Hamas.
Dari 37 tersebut, 32 merupakan jurnalis Palestina, 4 orang merupakan jurnalis Israel dan 1 orang laginya adalah jurnalis Lebanon.
Disamping dana yang terkuras dari menyerang Hamas, Israel juga mengalami ancaman kerugian dari boikot brand mereka di negara-negara yang bermayoritas beragama Islam.* * *

















