BANTENRAYA.COM – Sejumlah pemuda di Kota Durgapur, India telah menggunakan kondom rasa untuk mabuk.
Kini tren mabuk dengan menggunakan rendaman kondom tersebut menjadikan hal baru unutuk mabuk dikalang remaja di India.
Bahkan, permintaan kondom rasa telah meningkat di kota itu seiring dengan perilaku para pemuda setempat.
Baca Juga: Terungkap! Ini Dia Sosok Bharada E yang Disebut Menembak Mati Brigadir J di Rumah Kadiv Propam
Mereka mengatakan alat kontrasepsi itu dapat membuat mereka mabuk selama 10 hingga 12 jam.
Kejadian aneh ini sontak telah menimbulkan kebingungan di antara semua orang, termasuk penjual kondom itu sendiri.
“Kondom mengandung senyawa aromatik. Ini terurai menjadi alkohol. Ini adiktif. Senyawa aromatik ini juga ditemukan dalam lem dendrit,” beber Dheeman Mandal, yang bekerja di Rumah Sakit Divisi Durgapur, dikutip Bantenraya.com dari Dnalndia.co, Selasa 26 Juli 2022.
Baca Juga: Fakta-fakta Kecelakaan Odong-odong Tertabrak Kereta Api di Kabupaten Serang hingga 9 Orang Tewas
“Yang seharusnya digunakan sebagai alat kontrasepsi justru digunakan untuk mabuk oleh para pelajar tersebut,” sambung media itu.
Namun, mengkonsumsi larutan itu juga bisa sangat berbahaya bagi tubuh.
Seorang guru kimia di RE College Model School, Nurul Haque, menjelaskan kondom yang direndam di air panas dalam jangka panjang bisa menyebabkan keracunan.
“Perendaman jangka panjang kondom dalam air panas menyebabkan keracunan. Sebab, pemecahan molekul organik besar menjadi senyawa alkohol,” jelasnya.
Selain kondom, masih banyak barang rumah tangga lainnya yang digunakan orang di India untuk membuat mereka mabuk. Misalnya seperti:
1. Sirup obat batuk
2. Lem
3. Cat
4. Cat kuku
5. Pembersih tangan
6. Aftershave
7. Balsam atau Iodex
Baca Juga: Tak Hanya Odong-odong, Mobil Carry Juga Ikut Jadi Korban Serudukan Kereta Api di Kabupaten Serang
Sementara di Nigeria, banyak orang yang memilih mabuk menggunakan pasta gigi dan tinta sepatu. Hal ini juga membuat penjualan kedua barang tersebut meningkat.
Di Indonesia, tren berbahaya seperti mabuk rendaman kondom juga pernah mencuat.
Bukan dengan rendaman kondom, melainkan dengan air rebusan pembalut, diduga kandungan klorin berada di balik efek ‘memabukkan’ dari rebusan pembalut.***



















