BANTENRAYA.COM – Gelar sosialisasi Manfaat dan Bahaya Listrik, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) ajak semua elemen masyarakat memahami manfaat adanya listrik, dan bahaya bermain layang-layang di lingkungan Sutet.
Nurul Azhar selaku narasumber dalam sosialisasi tersebut mengatakan, listrik merupakan kebutuhan hidup yang harus selalu terjaga dan terpenuhi. Hal tersebut dikarenakan listrik adalah salah satu penunjang kegiatan rumah tangga, fasilitas umum, dan perekonomian.
Ia melanjutkan, saat ini listrik merupakan kebutuhan primer karena tanpa adanya listrik atau saat listrik padam berbagai kegiatan akan terganggu seperti misalnya kegiatan belajar mengajar, lampu lalu lintas, kegiatan rumah tangga, hingga sistem komunikasi.
Baca Juga: Alat Treadmill Jadi Favorit Penjualan Ace Hardware CCM
Baca Juga: Profil dan Biodata Jessica Mila Pemeran Tara di Film The Doll 3: Tanggal Lahir hingga Akun Instagram
“PLN tidak menginginkan listrik padam, justru menjaga agar pasokan listrik dapat terus berjalan dengan baik, sehingga aktivitas rumah tangga, belar mengajar, lalu lintas, hingga perekonomian tidak terganggu,” kata Nurul dalam penyampaiannya melalui Zoom, Selasa (24/5).
Nurul berharap, sinergi anatar PLN dengan masyarakat dapat terjalin dengan baik khususnya untuk tidak bermain layang-layang di dekat tiang lisstrik baik Saluran Utama Tegangan Tinggi (SUTT) ataupun di Saluran Utama Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).
“Saya tidak melarang masyarakat untuk bermain layang-layang, hanya saja bermainnya tidak di dekat Sutet, karena selain dapat menimbulkan kebakaran, dan listrik padam, juga dapat membahayakan pemain layang-layang dan orang di sekitarnya,” ucap Nurul.
Baca Juga: Aulia Sarah Ungkap Bertemu Sosok Badarawuhi dalam Film KKN di Desa Penari Lewat Mimpi
Baca Juga: Jadwal Putar dan Harga Tiket Bioskop Film Mengejar Surga di Bandung Hari ini
Sementara, Prima Widinugroho selaku narasumber kedua mengatakan, selain melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di wilayah SUTET atau SUTT, pihaknya juga sudah memberikan surat himbauan ke desa-desa.
“Karena membahayakan untuk diri sendiri (pemain layang-layang) dan orang lain, kami sebar surat himbauan bahaya bermain layang-layang pada desa setempat yang berada disekitar penghantar transmisi SUTT dan SUTET,” ujarnya.***



















