BANTENRAYA.COM – Dampak serangan brutal Israel dan Amerika Serikan atau AS ke Iran berpengaruh ke ekonomi global.
Termasuk Indonesia, sejumlah sektor bisnis turut terdampak perang di kawasan Timur Tengah tersebeut.
Serangan bermula dilakukan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 lalu.
Iran melakukan perlawanan dengan serangan balik ke Israel dan ke sejumlah Negara di Timur Tengah yang menjadi basis militer Amerika Serikat.
Iran juga memblokir Selat Hormuz yang menjadi lalu lintas dunia, lantaran masuk dalam kawasan laut milik Iran.
BACA JUGA: Hampers Sprei dan Bad Cover Jadi Peluang Bisnis di Kota Serang, Pengerajin Kebanjiran Orderan
Perang tersebut juga berdampak pada rantai pasok bahan baku bagi industri kimia di Indonesia khususnya di Kota Cilegon yakni PT Chandra Asri Pacific atau TPIA.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat PT Chandra Asri Pacific Suryandi mengatakan, sehubungan dengan konflik militer di kawasan di Timur Tengah, yang berdampak pada kelancaran distribusi bahan baku dalam rantai pasok, pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan force majeure kepada mitra usaha sesuai ketentuan kontraktual yang berlaku.
“Penyampaian ini merupakan langkah administratif yang dilakukan secara terukur, berdasarkan kajian menyeluruh atas potensi implikasi terhadap pemenuhan kewajiban kepada pelanggan, serta sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan,” kata Suryandi melalui press rilis yang diterima Bantenraya.com pada Rabu, 4 Maret 2026.
“Kami secara aktif memantau perkembangan situasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang terus berkembang, dan mengambil langkah antisipatif untuk memastikan ketahanan operasional di seluruh unit bisnis kami,” kata Suryandi.
Sebagai mitigasi, kata Suryandi, pihaknya akan mengurangi tingkat operasional atau run rates di pabrik.
“Kami saat ini melakukan koordinasi dengan pelanggan untuk memitigasi dampak dari hal ini. Dalam kondisi global yang dinamis ini, kami berkomitmen menjaga kesinambungan operasional, ketahanan bisnis serta terus mengevaluasi potensi dampak terhadap kegiatan usaha kami,” tutupnya.***


















