BANTENRAYA.COM – Penjual kue Lebaran di Kota Cilegon mengeluhkan omzet yang mengalami penurunan sebesar 50 persen.
Di Kota Cilegon saat ini sudah ramai penjual kue lebaran menjajakan makanannya.
Mulai dari kue kering sampai adanya oleh-oleh khas Kota Cilegon untuk para pemudik yang akan kembali ke kampung halamannya pada Lebaran nanti.
Tetapi terdapat perbedaan di tahun 2026 ini, penjual kue Lebaran justru mengalami penurunan omzet dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu penjual kue di Lingkungan Jombang Risya mengatakan, dirinya mengalami penurunan omzet yang signifikan.
BACA JUGA: Warteg Gratis Alfamart 2026 Hadir, Libatkan 102 UMKM dan Bagikan 60.000 Paket Berbuka Puasa
Setelah berjualan selama 7 tahun, kata dia, penjualannya tahun 2026 ini merupakan penjualan yang paling parah karena omzet yang menurun.
“Saya sudah jualan kue Lebaran ini selama 7 tahun, tapi ini paling turun omzetnya ya bisa lah turun 50 persen,” katanya kepada Banten Raya, Rabu 4 Maret 2026.
Tokonya buka selama 24 jam, dan menjual berbagai macam makanan kering hingga oleh-oleh khas Kota Cilegon.
Ia mengungkapkan, biasanya penjualan kuenya dalam satu hari bisa mendapatkan lebih dari Rp 3 juta.
Bahkan penjualan kue selama Ramadan hingga Lebaran Idul Fitri tahun 2025 lalu, ia bisa mendapatkan omzet sebesar Rp 30 juta.
BACA JUGA: Seion Serang Hidupkan Masjid dengan Ragam Giat Ramadan Bersama Pelaku UMKM
“Kalau tahun ini gak tau bisa dapat segitu lagi atau engga, dari awal buka sampai sekarang sepi terus,” ungkapnya.
Dirinya tak memahami secara pasti mengapa penjualan tahun 2026 ini menurun drastis dari biasanya.
“Jauh banget perbedaan jualan tahun ini sama tahun-tahun sebelumnya, mudah-mudahan bisa dapat hasil kayak tahun lalu,” harapnya.
Dikarenakan melihat penjualan yang cukup turun drastis, tahun 2026 ini dirinya hanya membuka 1 cabang saja.
Biasanya saat ramadan seperti ini dirinya membuka 3 cabang yang berada di Jombang, depan Transmart Cilegon, dan lingkungan Temu Putih.
BACA JUGA: Libatkan 102 UMKM, Warteg Gartis Alfamart Bagikan 60.000 Paket Buka Puasa
“Kalau biasanya buka 3 cabang, tapi karena sepi jadi kita cuma buka di sini (Jombang) 1 cabang saja,” ujarnya.
Ia menyampaikan, salah satu faktor menurunnya pembeli di penjualan kue secara offline yakni dikarenakan belanja online yang semakin mudah.
“Sedikit sekarang yang belanja offline datang ke toko langsung, ya mungkin bisa saja dari adanya jualan online sekarang,” terangnya.
Dirinya berharap, penjualannya dapat berjalan normal seperti biasanya dan omzet tak turun begitu jauh dari tahun sebelumnya.
“Ya semoga omzetnya ga melesat terlalu jauh dari sebelumnya, kami juga hanya pedagang kecil,” pungkasnya.***



















