Senin, 23 Februari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Senin, 23 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Rahasia Sukses Dahlan Iskan di Jawa Pos dan Terapkan Konsep Pemberitaan ‘Mengherokan’ Surabaya

Muhaemin Oleh: Muhaemin
10 Februari 2022 | 10:12
Rahasia Sukses Dahlan Iskan di Jawa Pos dan Terapkan Konsep Pemberitaan ‘Mengherokan’ Surabaya

Dahlan Iskan dalam wawancara di kanal YouTube kompas.com Tangkapan layar kompas.com

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Nama Dahlan Iskan sangat lekat dengan wartawan Indonesia.

Dahlan Iskan adalah pebisnis sukses dalam bidang media massa sekaligus sosok wartawan yang produktif dan meruapakan mantan Menteri BUMN.

Hingga usianya yang kini sudah menginjak 70 tahun Pak Dahlan masih prdouktif menulis lewat jaringan Disway.

Koran Jawa Pos yang pernah mendunia jadi bukti betapa hebatnya Dahlan Iskan memenej perusahaan. Menyajikan berita yang terasa dekat dengan pembaca, ciri khas Dahlan Iskan.

Baca Juga: Fiersa Besari Bagikan Alasan Aya Canina Ku Kira Kau Rumah Keluar dari Amigdala : Menyakitkan

Di momen Hari Pers Nasional 2022, bantenraya.com menyimak wawancara Dahlan Iskan dengan pemred kompas.com yang diunggah lewat kanal kompas.com berjudul Kehilangan Jawa Pos, dan Sakit Hati Pemberi Energi yang diunggah pada 7 Februari 2022.

Dalam wawancara ini, Dahlan Iskan menyatakan ia bukan orang yang menemukan Jawa Pos.

“Saya tidak menemukan (Jawa Pos). Itu koran tua yang (saat saya gabung di Jawa Pos) sudah 49 berdiri (Koran Jawa Pos didirikan Chung Shen sejak 1949 silam). Sangat tua di Indonesia. Pendirinya seorang pengusaha yang ada kaitannya dengan Bioskop,” kata Dahlan Iskan.

Diceritakan Dahlan Iskan, dia (pendiri Jawa Pos) itu tukang kirim film ke bioskop dan sering pasang iklan film yang akan tayang dibioskop.

Baca Juga: Lirik Lagu Devia Karya Virzha, Nama Tersebut Selalu Terngiang-ngiang

“Namnya The Chung Shen, ini orang Surabaya kemudian nikah dengan orang Manado dan dua orang ini yang mendirikan Jawa Pos. Ketika ada peristiwa orde lama (Jawa Pos) berafiliasi ke AL (Angkatan Laut),” Dahlan bercerita.

Diceritakan Dahlan, The Chung Shen punya tiga anak dan semuanya tinggal di London. Dua diantaranya pernah dicoba ngurusi perusahaan korannya namun tida berhasil.

“Saat usia 93 tahun The Chung Shen menjual perusahaannya tahun 1982 ke Pak Eric Samola, Direktur Utama PT PT Grafiti Press (penerbit majalah Tempo).”

Ditahn 1982, Dahlan Iskan masih berstatus wartawan Tempo.

“Saya tidak menekukan Jawas Pos dan saya hanya diminta memimpin (Jawa Pos) pada tahun 1982 saat usia saya 31 tahun sebagai kepala biro,” tegasnya.

Di awal-awal jadi kepala biro, oplah Jawa Pos kata Dahlan Iskan cetaknya sedikit berisi 8 halaman,  dan mesin cetak hanya satu.

Baca Juga: Doa yang Dibaca Rasulullah Ketika Sujud Terakhir kata Syekh Ali Jaber

“Ketika saya jadi wartawan Tempo di Surabaya, saya memang tiap pagi selalu baca koran di pagi hari saya suka baca Jawa Pos, Kompas, Surabaya Pos. Pas baca Jawa Pos (sebelum akhirnya ditakdirkan memimpin Jawa Pos) saya selalu marah kok beritanya gini-gini terus termasuk Surabaya Pos, kok gitu-gitu saja. (Pernah suatu pagi mikir) kalau saya di Jawa Pos saya akan begini-begini, “ terang Dahlan Iskan.

Berdasarkan analisa Dahlan Iskan kala itu, di Jawa Pos tidak pernah ada berita itu yang dicari oleh wartawan.

“Terus gimana fungsi wartawan? Yang jadi berita itu kan peristiwa, konferensi pers dan sebagainya,” kata Dahlan Iskan.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Sudah Datangi Desa Wadas, Bertemu Dengan Warga yang Setuju

Perubahan Jawa Pos

Tidak butuh lama, Jawa Pos ditangan Dahlan Iskan mulai melakukan perubahan total. Dahlan mengusung konsep memuat berita yang dibutuhkan dan dicari serta dekat dengan kondisi masyarakat sekitar.

Ia mencontohkan kalau  ada sepak bola harus ada berita pra pertandingan selain hasil pertandingannya.

Selain itu, Dahlan juga menanamkan doktrin kepada wartawan agar jangan melakukan kegiatan yang sudah dilakukan orang lain.

“Kita tidak mungkin bangkit ketika kita hanya melakukan apa yang sudah orang lain lakukan,” cetus Dahlan.

Merubah wajah dan pemberitaan di Jawa Pos bukan tanpa kendala. Dahlan Iskan mengaku punya hambatan dilevel wartawan dan redaktur dengan pemikiran tua.

BACAJUGA:

Antrean masyarakat saat melakukan penukaran uang baru di mobil kas keliling. (Raden/Bantenraya.com)

Jadwal Penukaran Uang Baru dari BI Periode ke-2 Wilayah Banten pada Ramadan 2026

23 Februari 2026 | 13:13
Suasana destinasi wisata Karimun Jawa di Jawa Tengah. (Dok: Wisata Karimunjawa)

Jadi Destinasi Wisata Internasional, Ini Fakta Menarik Karimun Jawa yang Dijuluki Maldives Indonesia

23 Februari 2026 | 10:18
Kawasan Synthesis menggagas hunian dengan nuansa resort di Serpong. (DokSynthesis)

Synthesis Garap Perumahan Bergaya Resort di Serpong Selatan

20 Februari 2026 | 15:42
Greenotel Cilegon

Semarak Kampoeng Aer Nusantara, Greenotel Cilegon Hadirkan Bukber All You Can Eat Mulai 19 Februari 2026

19 Februari 2026 | 18:16

Baca Juga: Addi MS Kagum Dengan Pengamen yang Bermain Biola, Siapa Dia?

“Tapi saya rasa,  saya datang dari media yang reputasinya bagus dan mereka akhirnya menerima.”

Menurut Dahlan Iskan, tiga buan pertama di Jawa Pos sangat sulit menjual Jawa Pos.

Bahkan koran Jawa Pos oleh agen dan pengecer dianggap hanya bikin sumpek lapak saja.

“Saya kumpulkan istri-istri wartawan dan redaktur. Saya bilang suami ibu-ibu ini kan kerja di perusahaan ini. Bagaimana ibu-ibu kalau jualan koran atau jadi agen. Besok saya kirim 100 eksemplar edarakan ke tetangga-tetangga terdekat. Senin sampai Kamis diantar, Jumat tidak diantar karena saya ingin cek bagaimana respon pembaca,” bebernya.

Saat pengiriman koran distop pada hari Jumat kata Dahlan ternyata banyak yang telepon dan warga tanya kenapa tidak dikirim lagi.

“Kepada pembaca yang kangen Jawa Pos saya katakan akan dikirim kalau langganan. Dan ini berhasil,” jelasnya.

Momen lain yang membuat Jawa Pos booming adalah saat menyoroti Persebaya.

”Persebaya yang tidak maju dan digebukin terus karena prestasinya tidak naik,” kata Dahlan Iskan.

Baca Juga: IMM Pandeglang Desak Pemkab Pandeglang Alihkan Anggaran Perjalanan Dinas Rp93 M untuk Kepentingan Masyarakat

Waktu itu Dahlan menyatakan berkunjung ke Inggris dengan tujuan belajar ke klub Liga Inggris, Chelsea. Seketika kata Dahlan pikirannya berubah, Persebaya jangan digebukin terus namun harus dipoles dan diangkat.

“Saya bikinkan jersey Persebaya dan ngundang artis Ita Purnamasari dan kta branding dengan atribut Persebaya. Orang jadi bangga akan Persebaya. Menjadikan pahlawan Persebaya di koran sangat efektif,” Dahlan mengenang.

Setelah menjadikan Persebaya jadi pahlawan dengan tag line green force, oplah Jawa Pos naik dar 20 ribu menjadi 60 ribu eksemplar dan wartawan makin semangat.

Tahap berikutnya yang membuat Jawa Pos semakin dicari pembaca adalah Piala Dunia. Kala itu kata Dahlan, Jawa Pos memberikan hasil Piala Dunia di pagi hari sementara siaran langsung masih jarang bisa dinikmati masyarakat kecuali yang pakai parabola.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Sudah Datangi Desa Wadas, Bertemu Dengan Warga yang Setuju

“Saya nonton siaran langsung Piala Dunia di teman saya yang punya parabola. Saya tuangkan dalam berita yang langsung tayang. Ini momentum yang saya dapat waktu itu. Gara-gara piala dunia oplah naik menjadi 120 ribu eksemplar,” katanya.

Beberapa momen yang juga menaikan oplah Jawa Pos adalah saat mengangkat berita tentang Ferdinand Marcos (Presiden Filipina). Kemudian saat perang teluk dimana Jawa Pos ambil posisi mendukung Irak.

“Waktu itu saya mengembangkan jurnalisme emosi. Kita tahu dalam teori berita itu ada proximity (kedekatan). Kedekatan tidak boleh diukur tempat. Misal berita Arab harus dijadikan prioritas, agar emosinya masuk. Kemudian Tiongkok kami kasih porsi karena banyak mayarakat Tionghoa di Indonesia,” bebernya.

“Sakit hati itu mempunyai peran yang penting untuk membuat orang maju”

Baca Juga: Segera Klaim! Kode Redeem FF Free Fire Terbaru 10 Februari 2022, Dapatkan Skin dan Diamond Gratis

Menggebuki Surabaya

Koran Jawa Pos di awal berdiri kerap menyoroti Kota Surabaya bahkan mengkrtik habis-habisan. Namun konsep ini menurut Dahlan diubah karena katanya menggebuki  Kota Surabaya terus tidak akan lebih baik tapi teorinya dibalik menjadikan Kota Surabaya sebagai hero (pahlawan).

“Jawa Pos terlibat dalam mengherokan Kota Surabaya, kita ikut terlibat didalamnya termasuk menjadikan Bu Risma (Rimsa Trismaharani) lebih baik,” tegasnya.

Tidak Lagi di Jawa Pos

Kini Dahlan Iskan sudah tidak lagi di Jawa Pos. Dalam wawancara ini Dahlan enggan bicara soal ini karena menurutnya di Jawa Pos banyak guru dan seniornya.

“Saya sudah tidak disana (Jawa Pos) saya sedih pasti. Tapi saya mudah moveon, saya tidak pernah sampai nangis atau sampai berpikir mau gantung diri gara-gara kehilangan sesuatu.”

Baca Juga: Usai Tekuk Lutut Brentford, Manchester City Semakin Kokoh di Puncak Klasemen Liga Inggris

Dahlan Iskan Prihatin dengan Wartawan

Saat ini perkembangan teknologi informasi berdampak pada media mindstream khususnya koran.

Soal ini Dahlan Iskan dalam wawancara ini menyatakan bahawa akibat medos membuat jurnalis hancur-hancuran.

“Medsos menangnya hanya dikecepatan. Hasil riset, kepercayaan terhadap media terus turun. Sangat memprihatinkan,” katanya.

Semangat Dahlan Iskan untuk meproteksi wartawan berbasis cetak masih tinggi.

Ini dibuktikannya dengan memunculkan ide wartawan yang serius di media cetak ditempatkan di kasta yang paling tinggi.

Baca Juga: Doa yang Dibaca Rasulullah Ketika Sujud Terakhir kata Syekh Ali Jaber

“Sehingga (pubik) akhirnya sadar ini lho yang sebenarnya. Karena di koran itu ada cek ricek, editing. Kualitas jurnalisme harus dipertahankan sehingga kita bisa merebut kepercayaan masyarakat lagi,” bebernya.

Kalau wartawan berbasis media cetak tidak bisa melakukan upaya menaikan kasta dan menyerah pada keadaan maka kata Dahlan Iskan tunggu saja titik kematiannya atau tipping point.

“Kita tunggu saja kehancurannya kemudian membangun lagi”. ***

 

Editor: Administrator
Tags: Chung ShenJawa Posoplah
Previous Post

Gelar Rakor, DP3AKKB Banten Optimistis Wujudkan KLA Tingkat Provinsi

Next Post

Lirik Lagu Ku Kira Kau Rumah Ternyata Curahan Hati Aya Canina eks Amigdala?

Related Posts

Antrean masyarakat saat melakukan penukaran uang baru di mobil kas keliling. (Raden/Bantenraya.com)
Ekonomi & Bisnis

Jadwal Penukaran Uang Baru dari BI Periode ke-2 Wilayah Banten pada Ramadan 2026

23 Februari 2026 | 13:13
Suasana destinasi wisata Karimun Jawa di Jawa Tengah. (Dok: Wisata Karimunjawa)
Ekonomi & Bisnis

Jadi Destinasi Wisata Internasional, Ini Fakta Menarik Karimun Jawa yang Dijuluki Maldives Indonesia

23 Februari 2026 | 10:18
Kawasan Synthesis menggagas hunian dengan nuansa resort di Serpong. (DokSynthesis)
Ekonomi & Bisnis

Synthesis Garap Perumahan Bergaya Resort di Serpong Selatan

20 Februari 2026 | 15:42
Greenotel Cilegon
Ekonomi & Bisnis

Semarak Kampoeng Aer Nusantara, Greenotel Cilegon Hadirkan Bukber All You Can Eat Mulai 19 Februari 2026

19 Februari 2026 | 18:16
Ilustrasi aset kepemilikan properti rumah. Bisnis properti kini sedang digoyang inflasi (Oleksandrpidvalnyi/pixabay)
Ekonomi & Bisnis

Harga Rumah Tergerus Inflasi, Pemilik Disarankan untuk Take Over atau……..

19 Februari 2026 | 15:30
Suasana pondokan bazzar Ramadan di Allisa Resort and Hotel Anyer bersama dengan aneka produk UMKM masyarakat sekitar. (Dokumentasi Allisa Resort and Hotel Anyer)
Ekonomi & Bisnis

Ramaikan Ramadan, Allisa Resort and Hotel Gaet Pelaku Usaha Buar Bazar Meriah

19 Februari 2026 | 15:12
Load More

Popular

  • Tumpukan sampah terlihat di Pasar Kranggot, Kota Cilegon, belum lama ini. Kini Pemkot Cilegon siapkan sanksi sosial bagi pembuang sampah sembarangan. (Tia/Bantenraya.com)

    Bukan Denda, Pemkot Cilegon Siapkan Sanksi Sosial untuk Pembuang Sampah Sembarangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jadwal Penukaran Uang Baru di Provinsi Banten Jelang Lebaran 2026, Tersedia Rp3,2 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Kandidat Balon Ketua KONI Kabupaten Serang 2026-2030, Ambil Formulir Pendaftaran di Hari Kedua di Tim TPP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Budi dan Agis Pamerkan Capaian Pembangunan Kota Serang Selama 1 Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tetap Antusias! Tak Miliki Musala, Warga Perumahan Bukit Cinangka Tarawih di Lahan Kosong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maaf! THR ASN Pemkab Serang Belum Bisa Cair, Ini Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tukang Ojek Ditetapkan Jadi Tersangka, Polres Pandeglang Fasilitasi Restoratif Justice

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Cilegon Beri Bocoran 4 Titik Operasi Lalu Lintas, Ramadan Jangan Coba-coba Langgar Aturan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cek Yuk Segini Besaran Tukin yang Bakal Diterima PPPK Pemprov Banten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11
matahari cilegon

Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM

8 Januari 2026 | 18:36

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

SK RT dan RW Cilegon bisa digadai

SK RT dan RW di Cilegon Bisa Digadai ke BPRS CM untuk Pengembangan UMKM

23 Februari 2026 | 20:29
Jae Yeol dan Min Seo di drakor Honour

Makin Seru! Pertemuan Jae Yeol dan Min Seo dalam Drakor Honour Episode 7

23 Februari 2026 | 20:28
Mahasiswa Cilegon

Mahasiswa Cilegon Soroti Program Prioritas, Robinsar dan Fajar Siap Komitemen Lakukan Perbaikan dan Pembangunan

23 Februari 2026 | 20:13
Bhayangkara FC vs Semen Padang

Rekor Mentereng, Bhayangkara FC Pede Bisa Binasakan Semen Padang di Kandang

23 Februari 2026 | 19:44

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda