BANTERAYA.COM – Synthesis Development memulai pembangunan klaster pertama bernama Cluster Nala, sekaligus meresmikan ikon kawasan di Anandaya Home Resort di kawasan Serpong Selatan.
Pembangunan ini merupakan upaya perusahaan dalam menghadirkan hunian dengan gaya resor, yang memadukan keindahan alam pegunungan dengan kenyamanan modern.
Chief Operating Officer (COO) Synthesis Development Aldo Daniel mengatakan, pembangunan pintu gerbang utama dan area klaster tersebut menjadi bukti keseriusan pengembang, dalam membangun ekosistem hunian yang berkualitas.
BACA JUGA: Resmi Hadir, Tecno Camon 50 Bakal Jadi HP Keren di Harga Tiga Jutaan
“Melalui pembangunan gerbang utama dan klaster ini, kami ingin menghadirkan hunian yang tidak hanya indah secara visual namun juga fungsional,” kata Aldo dalam keterangan resminya dikutip Banteraya.com, Jumat 16 Februari 2026.
Konsep hunian resor tersebut sengaja dikembangkan untuk memberikan ketenangan hidup berkelas di tengah dinamika pesat kawasan penyangga ibu kota Jakarta.
Pengembang merancang setiap unit dengan memaksimalkan pencahayaan alami serta sirkulasi udara yang baik guna mendukung kesehatan para penghuninya.
Berbagai tipe hunian tersedia untuk menjawab kebutuhan pasar yang beragam, mulai dari segmen pembeli rumah pertama hingga para investor.
Kawasan ini juga dilengkapi dengan area hijau seluas 2.500 meter persegi serta delapan taman tematik untuk menunjang produktivitas warga.
Fasilitas clubhouse premium yang mencakup area pusat kebugaran dan kolam renang turut disediakan sebagai pusat interaksi sosial antar sesama komunitas.
“Anandaya Home Resort dirancang sebagai ruang hidup yang memberikan kualitas hidup lebih baik serta nilai investasi jangka panjang bagi penghuni,” ujar Aldo.
Aksesibilitas menjadi nilai tambah utama karena lokasi proyek hanya berjarak sepuluh menit menuju stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) terdekat.
Selain itu, konektivitas menuju gerbang tol juga sangat terjangkau sehingga memudahkan mobilitas masyarakat yang bekerja di pusat kota setiap hari.
Konsumen saat ini bisa menikmati program insentif pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 100 persen yang ditanggung oleh pemerintah secara penuh.
Target hunian yang siap ditempati pada tahun 2026 mendatang diharapkan dapat mendorong optimisme pertumbuhan pada sektor properti nasional secara berkelanjutan.
Kemudahan pembiayaan dengan cicilan yang sangat kompetitif diharapkan mampu memperluas kesempatan masyarakat untuk memiliki aset properti yang bernilai tinggi.
“Dengan dimulainya pembangunan ini, kami optimistis bahwa kawasan tersebut akan menjadi destinasi hunian resor unggulan yang menawarkan keselarasan dengan alam,” kata Aldo.***



















