BANTENRAYA – Omzet Pantai Kelapa Jangkung yang berlokasi di Kampung Tancang, Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang mengalami kenaikan sebesar 20-30 persen dari bulan sebelumnya.
Pengelola Pantai Kelapa Jangkung Ukhti Fauziah mengatakan, setelah pandemi Covid-19, pantai kini menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi para wisatawan lokal maupun mancanegara.
“Bulan ini bagus banget sih kalau melihat wisatawan yang berkunjung. Ya artinya Pendemi yang sudah pulih membuat destinasi wisata kembali ramai. Naiknya apa itu signifikan ya 20-30 persen,” kata Ukhti kepada Banten Raya, Minggu (21/11).
Baca Juga: De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Selama periode Oktober-November, ia mengungkap, omzet yang didapat dalam satu hari minimal mencapai Rp3-5 juta.
Ia menambahkan, kini para wisatawan tidak hanya datang di hari weekend saja, melainkan juga weekday.
“Kalau kita lihat perannya bukan hanya weekend saja ya para wisatawan datangnya, tapi juga kalau sekarang nih, weekday juga para wisatawan banyak yang berkunjung. Ya ini menjadi tren menarik yang harus kita sambut baik,” tuturnya.
Baca Juga: Tinjau Proyek Jembatan Bogeg Senilai Rp165 Miliar, Gubernur Banten: Luar Biasa Lebarnya
Ia melanjutkan, untuk tiket kendaraan bermotor ia banderol sebesar Rp15.000, sedangkan untuk kendaraan mobil pribadi dibanderol mulai dari Rp30.000.
Harga tersebut sudah termasuk fasilitas kolam renang buatan tapi tidak dengan saung.
“Di sini kan ada kolam renang nih, kolam renang air laut dengan adanya sekat dinding. Kolam tersebut mampu meminimalisir bahaya yang terjadi saat pengunjung mandi di lepas pantai. Jadi air tidak begitu deras masuk pada kolam, sehingga bisa berenang dengan aman dan nyaman,” ucapnya.
Baca Juga: Dilema Mengajar di Masa Pandemi COVID-19, Antara Idealisme dan Realitas
Lebih lanjut ia mengatakan, bagi pengunjung yang ingin menggunakan saung untuk berlama-lama, pihaknya membanderol saung tersebut dengan harga Rp50.000.
Namun, jika pengunjung memesan makanan di rumah makan, makan diberikan gratis menggunakan saung tersebut.
“Kalau mau pakai saung, itu ada biayanya, ga besar sih cuman Rp50.000 sepuasnya. Tapi, kalau misalnya sambilan pesan makan, ya boleh pakai gratis buat makan. Hanya saja namanya tempat makan, paling lama satu sampai dua jam,” tuturnya.***


















