BANTENRAYA.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan dukungan kepada Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) dalam pengembangan Obat Herbal Terstandar (OHT), sekaligus membuka jalan ekspor jamu Indonesia ke Amerika Serikat atau AS.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan, langkah ini menegaskan jamu bukan sekadar warisan budaya, tetapi siap bersaing sebagai produk kesehatan global.
BPOM siap memberikan pendampingan teknis untuk pengembangan obat herbal terstandar hingga memenuhi persyaratan FDA atau Food and Drug Administration.
“Pasar AS dikenal ketat dan selektif, terutama soal keamanan, mutu, dan bukti ilmiah. Dukungan BPOM bukan sekadar simbolik, tetapi menjadi kunci percepatan transformasi jamu Indonesia dari pasar domestik ke global,” kata Taruna dalam keterangan resmi, Rabu 21 Januari 2026.
Dalam audiensi, PPJAI menyampaikan lima agenda strategis, memaparkan perkembangan organisasi sebagai wadah konsolidasi pelaku jamu alami, meminta pendampingan teknis BPOM untuk pengembangan OHT, mendorong Banyumas Raya sebagai pusat hilirisasi susu kambing, meminta asistensi perizinan FDA, dan mengundang Kepala BPOM dalam Musyawarah Nasional PPJAI mendatang.
BACA JUGA: Selain Salep, Deretan Tanaman Ini Bisa Obati Luka
Sementara itu, Ketua Umum PPJAI Heri Susanto menegaskan, agenda ekspor jamu ke AS telah disusun secara bertahap dan berbasis pengalaman langsung di pasar tujuan.
Setelah memahami mekanisme distribusi melalui Fulfillment by Amazon serta koordinasi dengan KBRI Washington, fokus berikutnya adalah memastikan seluruh produk memenuhi ketentuan FDA.
“Upaya ini ditempuh dengan meningkatkan level obat bahan alam menuju obat herbal terstandar agar memiliki nilai tambah dan daya saing global,” katanya.
Ia juga menegaskan, jika sejumlah anggota PPJAI telah berada pada level produksi yang memadai dengan penerapan standar Good Manufacturing Practice.
“Dukungan dan pendampingan BPOM akan mempercepat proses sertifikasi, meminimalkan hambatan regulasi, dan memastikan rencana ekspor perdana ke AS dapat segera terwujud,” kata Heri.***



















