BANTENRAYA.COM – Potensi sektor pertanian di Kabupaten Pandeglang, masih dapat dikembangkan sehingga menjadi roda perekonomian guna mendorong kesejahteraan.
Salah satunya digagas oleh Petani Muda asal Kabupaten pandeglang M Teguh Arrosid. Ia fokus untuk mendalami bidang pertanian sejak tahun 2020 dengan potensi untung yang menjanjikan.
Aneka komoditas pertanian yang dibudidayakan oleh Teguh meliputi padi dengan berbagai varietas, cabai, palawija dan bunga telang hingga mendapatkan omzet Rp45 juta setiap kali panen.
BACA JUGA: Trail Run: Olahraga yang Sedang Tren di Dunia, Perlu Persiapan Berbulan-bulan Sebelum Beraksi
“Hasilnya cukup baik dan memuaskan, bisa dikalkulasikan jika harga gabah nya itu Rp6.500 per kilo 6.500 kali 7 ton berarti penghasilannya bisa Rp45 juta lebih,” kata Teguh kepada Bantenraya.com, Minggu 18 Januari 2026.
Ia menilai, jika pertanian merupakan sektor yang tidak akan pernah mati, lantaran hasil panen merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan untuk kehidupan.
“Petani konvensional juga bisa mendapatkan manfaat yang besar dari sini, apalagi dibarengi dengan pengetahuan melalui pendidikan, tentu akan lebih baik,” imbuhnya.
BACA JUGA: Harapan Bojan Hodak untuk Hehanussa Bersaudara Setelah Dipinjamkan ke Persik Kediri
Teguh didampingi oleh para pendamping pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), turut melakukan inovasi salah satunya adalah metode penanaman cabai dengan skema intensifikasi lahan. Serta sudah melakukan panen sebanyak 16 kali.
“Lahan yang biasanya cuman 1.000 meter persegi itu untuk 2.000 bibit ini kami menanam hingga 4.000 bibit, jarak tanamnya di rapatkan dengan begitu harga jual naik karena produksi dua kali lipat, dan cabai di akhir tahun kemarin bagus maka penghasilan juga bagus,” tuturnya.
Teguh melanjutkan, potensi pertanian di Pandeglang saat ini sangat besar, sejalan dengan program makan bergizi gratis (MBG), hal ini dinilai menguntungkan jika dilihat dari perspektif para petani sehingga dapat memangkas rantai pasokan.
“Untuk menjual barang hasil panennya pemerintah sudah menjadi obseker dalam hal ini dapur MBG nah sedangkan di Banten sendiri pagi palawija atau holtikultura sangat bisa dikembangkan,” papar Teguh.
Ia juga sangat mengapresiasi kepada anak muda sepertinya yang mau terjun secara langsung ke sektor pertanian, membuka peluang usaha baru dan tidak bergantung pada
“Di era lapangan kerja yang makin sulit, saya sangat mengapresiasi dan sangat bangga terhadap anak muda yang mau terjun ke bidang pertanian,” tuturnya.
“Saya ingin membangkitkan masyarakat desa untuk mandiri pangan untuk memiliki penghasilan yang sangat layak dari pertanian,” kata Teguh.***



















